MANOHARA BIKIN BERITA

Juni 16, 2009

Semua tentu sudah pada tahu Manohara kan? Itu tuh, model cantik usia 16 tahun yang menjadi istri Pangeran Kerajaan Kelantan, Malaysia, dan diculik serta ditahan di istananya tanpa diperbolehkan menemui ibunya, Daisy Maharani.

Awal mendengar beritanya, aku kasihan dan iba padanya. Sudah cukup banyak wanita Indonesia yang menjadi korban kekejaman orang-orang negara tetangga kita itu. Katakanlah para TKW. Sekarang malah menyangkut seorang model yang masih di bawah umur pula! Benar-benar wanita Indonesia sudah tidak ada harganya lagi di mata orang Malaysia, atau kalau boleh kukatakan, di mata pengimpor tenaga kerja Indonesia.

Masalah Manohara lain lagi sih. Dia memang bisa dibilang ‘dibeli’ oleh keluarga kerajaan Kelantan untuk dijadikan istri pangerannya. Menurutku, si pangeran itu bermasalah deh, masa pangeran kagak kawin-kawin?! Ternyata memang benar, kayaknya dia menderita penyakit kejiwaan sadisme, alias kelainan seksual gemar menyiksa pasangannya. Lihat saja Manohara! (Katanya) Lebam-lebam begitu…

Seperti yang sudah kukatakan, seperti halnya semua orang di negeri ini, aku iba melihat nasibnya dan berharap dia bisa bebas dan menyelesaikan masalahnya dengan si suami bejat itu mendapat balasannya. Tetapi setelah sekian lama dia melanglang buana di televisi, seolah-olah ‘menjual cerita hidupnya demi sensasi infotaimen, aku jadi berubah agak antipati pada Manohara, meski lebih utama lagi pada ibunya, yang meski dia menyangkal habis-habisan, adalah seorang wanita materialistis.

Keliatan kali, Bu, kagak usah disembunyiin! Adalah salahmu anakmu yang manis itu jadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Kalau dari awal si ibu nggak mengiyakan ‘tawaran’ si pangeran bejat, Manohara kan nggak perlu mengalami hal seperti itu. Lihat saja contoh ibu materialistis, ada yang lebih parah, sampai mati, seperti Alda Risma. Kalau ibunya tidak memaksakan diri untuk menjalani gaya hidup mewah yang membuat Alda memilih pekerjaan layaknya ‘perek’, wah, dia nggak perlu mati dengan cara mengenaskan begitu. Untuk Manohara, dia lumayan beruntung karena ada campur tangan pihak lain dalam kasusnya, dan karena aku merasa pihak kerajaan pastilah tidak akan membuat kebodohan yang akan mencoreng namanya di mata umum bila mereka membunuh Manohara. Lagian masalahnya lain, si pangeran bejat kan perlu pemuasan nafsu. Kalau dimatiin, bisa berabe. Nyari perek sih gampang, dia berduit ini, tapi nama baik kerajaan kan dipertaruhkan hehe…

Sekarang Manohara pake bikin sinetron. Ada-ada saja! Yah, terserah dia sih, tapi keseringankeluar di televisi juga kan bikin bosan. Orang kan punya batasan jenuh juga. Yakin deh, banyak yang bosan abis ama cewek yang satu ini. Menurutku, dia lagi ngisi pundi-pundi uangnya lagi, soalnya kan sudah nggak ada yang nafkahin dia lagi, apalagi dengan ibu seperti itu. ditambah lagi ngurusin kasusnya yang sampai pake 1 tim pengacara kondang dan tukang morotin abis macam Farhat Abbas dkk. Capek deh…

Singkat kata, sori kalau kalimatku tajam dan menyindir, masalahnya titik kejenuhan sudah sampai pada batasnya sih…  Yah sudahlah, moga-moga saja aku nggak sampai dituntut karena mengungkapkan uneg-uneg ini haha…

Salam, Dea.

N.B.

Eh, sori salah nulis. Nama ibu Manohara tuh Daisy Fajarani, bukan Maharani, maaf hehe…
Bagi siapa pun yang merasa namanya terzalimi, maaf yaaa…

Wah!
Berita besar tuh!
Aku saja sampai kaget, padahal aku bukan pengguna aktif FB dan FS. Usut punya usut, ternyata MUI Kediri dan perkumpulan ponpes di Jawa dan Madura tuh HANYA mengharamkan penyalahgunaan FB dan FS. Tapi tetep aja, kita-kita kan jadi salah kaprah.

Kalo cuma menyalahgunakan situs semacam itu untuk hal-hal yang nggak bener mah, semua orang juga tahu kalo itu salah dan berdosa, nggak perlu pake mengharamkan segala. Jadi kesannya orang Islam di sono itu kolot dan nggak ngerti perkembangan zaman, terutama internet…

Capek deh… Males komentar banyak-banyak mengenai ini. Semua perbuatan itu kan yang penting niatnya, kalo memang niatnya jelek sih, perbuatan yang asalnya baik pun jadi jelek juga keliatannya. Ribut cuman gara-gara haram tidaknya Fb dan FS sudah kayak orang bego saja… :P

Salam, Dea.

Hai!
Sudah lama banget gak nulis apa-apa di blog nih… sori ya…

Rame banget deh berita mengenai pemilu presiden di TV, sampai bosen dengernya…

Kita punya 3 capres dan cawapres masing-masing nih… menurut kalian, yang manakah yang paling baik?? Aku sih, tetap mendukung pak SBY, siapa pun cawapresnya, aku yakin dia bisa memilih orang yang lumayan.

Megawati dan Prabowo?? Kombinasi terburuk, menurutku. Yang satu bodoh, satu lagi gila kontrol.

JK dan Wiranto?? Masih mendingan, tapi aku sudah gak suka pak JK dari awal, kebijakan yang dia bikin kebanyakan nggak memberi banyak pengaruh untuk rakyat. Wiranto belum jelas, selain kepasifannya.

Jadi, mending mendukung SBY dan Budianto, meski katanya kebijakan ekonominya diragukan bisa menguntungkan bangsa, aku masih yakin kalo mereka bisa menjadi kombinasi yang (sedikit lebih) bagus dibanding yang lainnya.

So, bagaimana? Apa pendapatmu??

Salam, Dea.