Aku dan Kecoa
Desember 18, 2007
Malam itu, aku terserang sakit perut mendadak. Biasa, pengen ngebom, hehe. Dan ternyata pas aku mau ke kamar mandi, ..AH!! ada beberapa kecoa menghadang jalanku.
Aku paling benci serangga bernama kecoa. Mereka itu kotor, bau, merayap, sungutnya sering bergerak-gerak tak beraturan, dan ..mengilat. Itu yang aku paling gak bisa mengerti : mengapa hewan jorok seperti mereka bisa semengilat itu? Kayak di got ada salon poles kilap aja..
Tau gak? Meskipun aku sangat membenci mereka, tetapi sepertinya mereka memanfaatkan kebencianku itu. Mereka selalu muncul di depanku, masuk ke kamarku, menyatroni aku, dan banyak lagi. Seolah-olah mereka memang sengaja mendekati aku yang sangat membenci mereka. Aku penasaran, jangan-jangan hewan itu memang memiliki insting untuk mendekati orang yang membenci mereka. Entah apa alasannya…
Terlepas dari semua kebencianku pada mereka, kecoa itu hewan yang sangat berguna, dan mau tak mau sangat mengagumkan. Yang paling hebat adalah bahwa mereka itu hewan yang susah mati! Misal, meskipun dipotong kepalanya, mereka baru akan mati sekitar 5 hari kemudian karena …gak bisa makan. Soalnya mulut mereka kan di kepala. Aku juga sering memperhatikan bahwa meski aku menyemprot mereka secara membabi buta dengan menggunakan insektisida, mereka baru akan mati sekitar 15 menit kemudian. Padahal nyamuk dan serangga lain akan mati dalam tempo antara 3 – 5 menit setelah disemprot.
Kecoa terdapat hampir di seluruh bagian dunia ini, kecuali di kutub. Mereka berasal dari ordo Blattodea yang kurang lebih terdiri dari 3500 spesies dalam 6 familia(http://id.wikipedia.org/wiki/Kecoa).
Mereka sering dianggap hama di daerah perkebunan maupun perumahan. Wajar aja, jumlah mereka melimpah ruah (membayangkannya saja membuatku merinding!) di segala tempat. Mereka termasuk omnivora, jadi mereka makan segalanya, mulai dari makanan di atas meja makan sampai sampah dapur. Makanya, jangan terlalu jorok ya! Padahal aku juga jarang naruh sampah di kamar, tapi tetep aja kamarku dimasuki mereka…
Mereka memiliki kemampuan membentuk kelompok-kelompok kerja kecil dan unit-unit tersendiri. Kayak koloni gitu. Mereka umumnya hewan yang memiliki solidaritas tinggi terhadap kelompoknya dan rela berbagi tempat hidup serta sumber makanan bersama. Lebih lengkap baca aja di http://en.wikipedia.org/wiki/Cockroach.
Jujur aja aku gak peduli akan semua itu, dan hanya berpikir bahwa mereka itu hama rumah sejati. Semakin banyak jumlah mereka di suatu rumah, bisa jadi tolok ukur seberapa joroknya kondisi rumah itu (menurutku begitu…). Yah, ada juga sih manfaat mereka selain sebagai pemakan sampah, yaitu menyumbang keuntungan besar pada produsen obat serangga. Apesnya, hal itu juga berpengaruh pada kondisi bumi kita tercinta ini…
Salam, Dea.
N.B. Aku berharap jangan ada kecoa yang menyatroniku lagi.
GENOCIDE : Will We Be ‘Erased’??
Desember 11, 2007
Saat ini, aku sedang menyukai sebuah kata yang kuperoleh dari kamus bahasa Inggris yang sering kubaca-baca ketika aku sedang senggang : GENOCIDE.
Entah mengapa aku bisa suka kata itu. Padahal artinya kan menyeramkan, yaitu pemusnahan ras atau bangsa. Di dunia ini hanya Tuhan saja yang bisa melakukannya ..atau sekelompok manusia yang memiliki niatan dan intensi tertentu untuk menguasai sesuatu, seperti Hitler dan Gestaponya.
Aku berpikir untuk membuat komik mengenai kata ini, tetapi belum terpikir jalan ceritanya sama sekali. Aku baru terpikir mengenai karakternya; aku memutuskan untuk membuat cerita ini miskin karakter, soalnya males banget mengembangkan karakter terlalu banyak, jadinya nggak maksimal dalam pengembangan kepribadian mereka. Sebenarnya ulasan opini pribadi di bawah ini tidak ada kaitannya dengan rencana bikin komik di atas sih..
Saat ini niat untuk melakukan GENOCIDE sudah terlihat dari tindakan beberapa bangsa tertentu di dunia. Bisa kita lihat dari artikel berita koran atau tayangan berita televisi sehari-hari mengenai kekacauan yang diperbuat oleh mereka terhadap negara dan bangsa lain di belahan dunia lain. Sadarkah mereka? Mungkin mereka benar-benar berniat untuk melangkahi Tuhan.
Aku percaya, bahwa selama kita yakin akan kekuatan sendiri, kita pasti bertahan dari apapun juga. Asalkan jangan kehilangan iman terhadap Tuhan.
Menanggapi tulisan yang dibuat Alin di blognya, mengenai ‘rencana’ gempa 9 SR di Bengkulu tanggal 23 Desember 2007 nanti, aku setuju dengan pendapatnya yang mengatakan bahwa hal itu merupakan kejadian rekaan dan kemungkinan rekayasa dari pihak-pihak tertentu yang berniat untuk menguji sesuatu, entah apa. Alin sih bilang bahwa hal itu mungkin berkaitan dengan percobaan untuk meledakkan lempeng bumi — sungguh suatu ide yang sangat gila dan tidak manusiawi, bagi warga sekitarnya dan bagi bumi kita ini. Begitu tegakah manusia merusak alam tempat tinggalnya terus menerus?
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi ini…”
Itu terjemahan salah satu ayat di Al Qur’an, kitab suci kami, umat Islam. Tetapi mengapa kita terus merusak, wahai saudara-saudaraku??
Yah, mungkin ini hanya uneg-uneg kejengkelan sehubungan dengan KEBODOHAN bangsa kita yang mau saja disetir oleh bangsa asing. Benar-benar deh… aku sampai capek melihat KEBODOHAN kita ini…
Tau gak?? Mungkin sebentar lagi GENOCIDE yang sebenarnya bakal terjadi; entah bangsa apa yang akan ‘terhapus’ dari muka bumi ini… semoga saja tidak, sebelum kiamat yang sebenarnya terjadi. Naudzubillah…
Salam, dengan lesu. Dea.
N.B. Tembusan untuk berita gempa ‘palsu’ di Bengkulu itu, baca saja artikel Alin di blognya : http://alinananty.wordpress.com/
Catatan lagi, kami hanya sepasang mahasiswa yang menyesali kegetiran hidup di bumi Nusantara ini. Harap jangan ditanggapi sebagai semacam argumen serius, meskipun sebenarnya kami juga tidak sepenuhnya tidak serius…
Oh, Indonesiaku…
Desember 6, 2007
Ya Allah!!
Capeknya tanganku, padahal cuma ngewarnain gambar segitu doang…
Hai semuanya! Aku lagi lumayan hepi sekaligus deg-degan nih. Tema penelitian yang aku pengen mau kuajuin ke dosen pembimbing skripsiku minggu depan, entah diterima atau tidak.
Aku sangat bersyukur kemarin listrik di kamarku, dan khususnya lagi komputerku, tidak mengalami kerusakan karena listrik yang ngaco. Katanya ada yang nyolong salah satu instrumen di gardu PLN sekitar, menyebabkan banyak alat elektronik meledak (lebay deh…).
Kenapa sih, ada yang tega begitu? Memang manusia Indonesia udah segitu miskinnya, sampai-sampai tega nyolong apa pun buat menunjang hidup mereka yang menyedihkan, mulai dari instrumen PLN sampai plat besi di jalan tol dan rel kereta, tanpa mempedulikan keselamatan saudara-saudaranya yang lain. Masya Allah…
Jujur aja, aku sebel banget sama negeri ini (padahal aku juga tinggal di sini dan cuma ngomong doang, belum ada usaha berarti; semoga aja aku cepat lulus dan mampu berbuat sesuatu yang berguna bagi kelangsungan negeri ini), karena banyaknya ‘keanehan’ yang terjadi. Orang Indonesia itu memang lain daripada yang lain deh…
Harapanku selama tinggal di negeri ini adalah supaya orang-orang yang tinggal di negeri ini memiliki kebanggaan dan kemauan kuat untuk mengubah diri dan tentunya negeri yang kita tinggali bersama ini. Kasihan dong sama anak cucu sendiri, masa mereka harus terus menerus merasa malu telah dilahirkan dan tinggal sebagai warga negara Indonesia?? Soalnya jujur aja, aku merasa begitu…
Salam, Dea.