Barack Obama telah resmi menjadi presiden AS dan dielu-elukan oleh banyak orang di Indonesia, karena dianggap sebagai cahaya baru dalam pemerintahan AS. Tetapi, lihatlah apa yang terjadi??
Ternyata sama saja kan?? Lebih pedih lagi, dibandingkan dengan pendahulunya yang diam-diam saja dalam mendukung Israel (tidak banyak bicara, maksudnya, tapi langsung bertindak), ia melontarkan pidato yang mendukung Israel sepenuhnya, DENGAN SANGAT NYATA DAN JELAS.
Kasin deh luh semua, yang mengelu-elukan Pak Obama… ternyata malah dianya antek Yahudi sejati… Makanya jangan cuman karena dia pernah tinggal di Indonesia sebentar, lantas dianggapnya dia tuh figur dewa sejati. Memang siapa dia, siapa kita??
Sejak awal, saya tidak ikut-ikutan memuja Obama seperti halnya sebagian besar orang di negeri ini (cuman seleb n yang ngerasa kenal Obama saja sih…). Soalnya rasa-rasanya tidak ada gunanya menggantungkan harapan pada orang yang jelas-jelas akan menjadi pemimpin dari sebuah negara terlalim di dunia… Sebaik apa pun dia, akan tenggelam di balik kepentingan egois dan kejam dari kelompok minoritas penguasa negeri Barat itu. So what did we gain by hoping him to be different? Nothing.
Salam, Dea.

Tahun Baru, Semangat Baru

Januari 17, 2009

Hai!
Lama gak nulis ya. Tahun baru sudah lewat hampir setengah bulan yang lalu, tapi kuharap semangat barunya masih tetap ada ya!
Semoga di tahun yang baru ini, kita akan menjadi orang yang semakin baik, secara mental dan fisik (Amin!).
Untukku pribadi, semoga lulus sidang dan wisuda dengan lancar, semoga dapat kerjaan yang bagus, semoga sukses, etc. Pokoknya harapanku, semuanya bagus deh!!
Untuk teman-teman TINku seangkatan yang sudah lulus maupun yang belum, keep your high spirit. We’re living in this life just for once, so don’t mess it, okay?
Salam, Dea.