Kamis yang Mengagetkan

Februari 27, 2009

Hai!
Kamis kemarin (26/02), mulai dari pagi, aku mengalami hal-hal mengagetkan, yah cuma 2 hal yang benar-benar mengagetkan sih…
Yang pertama, ketika aku bangun pagi, aku langsung mendengar suara teriakan ibuku. Karena takut kenapa-napa, aku langsung bangun dan jalan keluar kamar adikku (aku tidur di kamar adikku saat itu). Ehh, syutt!! GDUBRAKK!! Aku langsung terpeleset dan jatuh bebas di lantai yang …basah.
Ternyata teriakan ibuku itu adalah teriakan memarahi adikku, yang mandi tanpa lupa meletakkan kembali selang air mesin cuci ke dalam kamar mandi. Alhasil, air bekas cucian keluar tak terkendali ke lantai di sekitar kamar mandi, yang sialnya dekat kamar kami. Terutama di depan kamar adikku, air menggenang bgaikan danau (lebay…). Yahh, hasilnya aku jatuh bagaikan karung beras basah (??). Belakang kepalaku terantuk lantai, sikut dan pantatku juga, jadinya agak memar dan kakiku kesleo. Apes banget deh… :(
Hal mengagetkan kedua adalah, ketika aku sedang menjemur baju di halaman belakang pas siang harinya. Ada ular! Dia lagi makan katak!
Baru kali itu aku lihat ular secara life and real. Biasanya aku cuma liat kalo lagi nonton Discovery Channel. Aku liatin aja tuh ular sampe dia selesai makan, trus akhirnya dia ngeloyor pergi masuk ke lubang di dekat saluran pembuangan. Wah aku baru tahu kalo di situ sarang ular.
Karena penasaran, aku cari di internet mengenai ular tersebut (saking senangnya liat ular, aku sampai motret dia beberapa kali lho!), dan menemukan bahwa itu adalah spesies ular yang cukup beracun! Keelneck atau redneck snake, aku lupa, lehernya memang merah sih. Nama latinnya Rhabdophis subminiatus. Termasuk ular yang sering ditemui di Jawa dan Sumatera. Dewasanya bisa mencapai panjang 1 meter. Yang kulihat kemarin masih anakan kali ya, panjangnya cuman sekitar 30 cm. Pas kuceritain soal ular itu, ibuku jadi agak cemas dan berniat mengurug sarangnya. :D
Ntar kutaruh fotonya kalo sudah kutransfer di komputer.
Salam, Dea.

Pemilu kurang dari 2 bulan lagi nih, saatnya kita para penerus bangsa menentukan pilihan kita. Kayaknya kalo aku ngomong begitu, jadinya kok agak munafik ya?? :? Soalnya aku tuh masuk golput dari zamannya pemilu legislatif tingkat bawah, alias gak ikutan milih caleg untuk duduk di DPRD kemarin-kemarin :P

Kabar-kabarnya MUI mengeluarkan fatwa haram untuk golput. Aku termasuk kurang setuju terhadap hal itu. Jujur aja ya, negara kita ini belum mencapai tingkatan ‘jujur, adil, dan gemah ripah loh jinawi’ yang membuat rakyatnya bangga untuk memilih calon pemimpinnya sendiri. Terlalu banyak coretan buruk mengenai para pemimpin kita yang membuat rakyat tidak lagi percaya akan keampuhan Pemilu, termasuk diriku ini, yang akhirnya memilih untuk golput.

Memang sih, kalau bukan kita yang membuat perubahan, siapa lagi? Tetapi rakyat sudah jenuh akan segala kebobrokan para petinggi, yang dengan begitu mudahnya mengobral janji, untuk kemudian mengingkarinya dan alhasil, rakyat juga yang menderita. Rakyat hanya memiliki satu pikiran sederhana, mereka tidak peduli siapa yang menjadi pemimpin negara ini, asalkan perut mereka kenyang, hidup mereka nyaman, mereka tidak akan komplain apa pun.

Jujur saja deh, aku jenuh melihat debat politik di televisi, semuanya meributkan hal-hal yang nggak pasti. Paling sebel pas denger kritik dari suatu partai opositor pemerintah sekarang mengenai kinerja pemerintah yang bobrok. Padahal si kritikus yang sekaligus ketua umum partai tersebut, dulunya mempunyai pengalaman sebagai orang nomor satu di negeri ini, dan apa yang dilakukannya ketika itu tidak sampai mencapai hasil separuh dari hasil yang dicapai pemerintah saat ini. Betapa arogannya dia dengan segala kritik rendahnya itu dan otak kosongnya, tambahan lagi dia dengan tidak tahu dirinya mencalonkan diri kembali menjadi pemimpin negeri. Rakyat tidak bodoh untuk memilih lagi seseorang yang sudah ketahuan bahwa ia invalid dalam memimpin negeri. Sungguh menyedihkan…

Kembali pada Pemilu mendatang, untuk memilih atau tidak memilih, tentunya kembali pada kita masing-masing. Aku punya banyak kawan yang dalam pikiran mereka syukurlah masih idealis, jadi mereka dengan semangat tinggi berkampanye mengenai partai mereka masing-masing dan sudah pasti menjadi peserta dalam Pemilu kali ini. Semoga saja mereka masih tetap berpikiran idealis, tentunya idealis yang tidak picik, dan bisa membuat perubahan di negeri ini dengan pilihan-pilihan dan tindakan-tindakan mereka. Kalo aku sih kayaknya bakalan tetap Golput deh, malas sih (dasar orang realis pesimistis haha :D ). Nah selamat mencontreng, yakinlah pada pilihan kalian, bahwa siapa pun yang kalian pilih nantinya akan bisa membawa perubahan yang lebih baik terhadap negeri kita tercinta ini.

Salam, Dea.