kover tankoubon ke-3 :Ginta dan Babbo

searah jarum jam dari atas : Phantom (latar belakang, bertopeng), Nanashi, Dorothy, Snow, Babbo, Ginta, Jack, Alviss, Alan.

MAR adalah karya Anzai Nobuyuki dkk setelah mereka sukses menamatkan Flame of Recca. Dan seperti biasanya Anzai-sensei, MAR sudah tamat dan dilanjutkan oleh sekuelnya yang ditulis justru bukan oleh Anzai sendiri melainkan oleh asistennya, Hoshino, yaitu MAR Omega.

Kisah MAR berkisar antara dunia dongeng. Anzai-sensei meramu berbagai cerita dan karakter dongeng yang biasa kita kenal sehari-hari menjadi suatu epik dongeng yang menarik. Awal cerita dibuka dengan munculnya seorang pemuda tampan berusia 16 tahun, bernama Alviss yang menggunakan Arm bernama Gate Keeper Pierrot untuk memanggil manusia dari dunia lain memasuki dunianya yang disebut sebagai MAR Heaven. Dalam kisah ini, Arm adalah berbagai jenis senjata dan jimat yang memiliki kekuatan khusus yang digunakan oleh penduduk negeri MAR Heaven ini untuk berbagai keperluan, sebagian besar untuk bertarung.

Dengan mengaktifkan Gate Keeper Pierrot, Alviss memanggil manusia dunia lain, seorang anak lelaki berusia 14 tahun bernama Ginta Toramizu, ke dunia MAR Heaven. Ginta adalah murid kelas 2 SMP biasa, yang sama sekali tidak jago baik dalam olah raga dan pelajaran. Ia mengenakan kaca mata dan memiliki stamina tubuh yang kurang baik. Intinya benar-benar bocah biasa banget deh! :D

Ginta sangat menggemari dunia dongeng, yang dikenalnya dari membaca buku-buku cerita dongeng, baik buku dongeng yang dibelinya maupun buku karangan ibunya (ibu Ginta seorang pembuat kisah dongeng, meski ia sendiri tidak suka dan tidak percaya dongeng ^^). Ayah Ginta juga menyukai dongeng. Sekitar 6 tahun yang lalu, ayah Ginta menghilang dan sampai sekarang tidak pernah terdengar lagi kabar beritanya.

Begitu sampai ke dunia MAR Heaven, Ginta yang kegirangan berjumpa dengan seorang penyihir wanita bernama Dorothy. Ia merupakan penyihir yang terkenal sebagai pencuri Arm. Dengan berbagai masalah yang timbul, Ginta pun berhasil membuka peti harta yang katanya berisi Arm legendaris dan menemukan Babbo.

Babbo, alih-alih sebuah Arm legendaris, ternyata merupakan Arm aneh yang bisa berbicara. Dengan Babbo yang cerewet dan sok gentleman (ia sering memanggil dirinya dengan panggilan Babbo-sama atau Tuan Babbo ^_^), Ginta bertualang di dunia MAR Heaven dan berjumpa dengan banyak kawan. Ia juga akhirnya mengetahui bahwa dunia impiannya yang terlihat damai itu ternyata sedang dilanda peperangan.

Perang di MAR Heaven disebut War Game, dimulai oleh sekelompok manusia jahat yang menamai dirinya Chess no Koma atau Chess’s Soldier. Urutan dan tingkat kedudukan mereka ditentukan dari kekuatan dan anting di telinga mereka, sesuai dengan urutan pada permainan catur. Yang paling rendah adalah Pawn atau bidak, kemudian Rook atau benteng, Bishop atau menteri, dan yang paling atas adalah Knight atau ksatria. Di atas Knight ada Queen dan King, tetapi mereka bukan kelas petarung. Kelas Knight di Chess no Koma berjumlah 12 orang, dijuluki Knights of Zodiac, plus 1 orang sebagai pemimpin mereka, yaitu Number One Knight, Phantom. Di War Game sebelumnya, Phantom bertarung imbang dan saling membunuh dengan pemimpin pasukan pembela MAR Heaven, Cross Guards, Danna. Keduanya tewas, tetapi pada perang yang kedua ini, ia bangkit kembali karena sesungguhnya Phantom telah mati dan menjadi zombie, sehingga bisa bangkit berkali-kali setelah kematiannya.

Kisah MAR ini banyak mengusung tema keadilan dan kesetiakawanan. Menurutku, ceritanya lebih mudah dimengerti dan diikuti dibandingkan Flame of Recca, tetapi jadinya berkesan gampangan. Anzai tidak banyak berimprovisasi dengan karakter tokoh-tokohnya; ia hanya berimprovisasi pada latar dan tema kisahnya saja.

Terlepas dari semua itu, cerita ini tetap menarik untuk diikuti. Aku tidak tahu animenya tamat di episode berapa, tetapi manganya tamat di tankoubon ke-16 kalau gak salah. Cerita anime dan manganya memiliki sedikit perbedaan, terutama menyangkut nasib Alviss nantinya, tetapi tidak terlalu melenceng jauh dari tujuan semula. Menurutku sih, lebih seru mengikuti animenya.

Salam, Dea. :)

*dari berbagai sumber.

One Response to “Marchen Awaken Romance (MAR)”

  1. sendy dewantara Says:

    komik ini bagus menarik mudah2 an lanjutannya banyak banget no serinya


Leave a Reply