Hari Selasa kemarin, aku ke lab SBRC seperti biasa. Sorenya aku pulang bareng temanku yang rumahnya di Jakarta. Kami menunggu bis Pusaka di halte depan RS PMI.

Sambil menunggu, kami mengobrol dan memandang sekeliling kami. Tiba-tiba mataku menangkap sosok seorang pria, duduk di atas motornya yang diparkir tidak jauh dari kami. Ia masih mengenakan helmnya dan yang membuatku kaget, ternyata ia mengeluarkan, maaf, anunya dan dimain-mainkan. Ia melakukannya sambil terus memandangi kami dengan tatapan bernafsu (??!! jijik banget deh!! :( ). Aku langsung saja membisiki temanku dan ternyata ia bilang bahwa ia sudah lihat lebih dahulu dariku dan karena ia jijik, ia diam saja. Setelah beberapa lama mempertontonkan ‘barang’nya itu, ia pun ngeloyor pergi naik motornya.

Hal itu merupakan salah satu kelainan seksual yang disebut dengan ekshibisionime. Perilaku seks menyimpang ini dapat diartikan bahwa mereka yang mempraktekkannya mendapatkan kepuasan seksual dengan mempertontonkan kemaluannya, biasanya pada lawan jenis,  dan menikmati ekspresi korbannya. Mereka akan sangat puas bila bisa menakut-nakuti korbannya dengan ‘pertunjukan’ itu.

Beberapa trik supaya mereka kapok adalah :

1. tidak takut dan menjerit bila dipertontoni barang begituan; jadilah berani dan ejeklah dia :D itu membuat mentalnya down banget lho!

2. pelototi dia, dan kalau perlu marahi saja.

3. bawa teman, atau lebih aman lagi, pergilah beramai-ramai. Mereka biasanya mengincar cewe yang sendirian.

Intinya, kita harus berani. Pada umumnya, penderita kelainan seksual ini tidak seberani pemerkosa. Mereka biasanya sudah keder duluan jika korbannya berani melawan atau terlihat tidak terpengaruh dengan aksinya.

Untuk info lebih lanjut, buka aja halaman Wikipedia ini.

Salam, Dea.

Leave a Reply