Beranda » Harian » Merancang Impian dan Masa Depan : Bagaimana Caranya??

Merancang Impian dan Masa Depan : Bagaimana Caranya??

Setiap hari Jumat sore, kami kuliah mata kuliah Studium Generale. Di dalam mata kuliah itu, kami diberi motivasi untuk menjadi seorang technopreneur, sesuai dengan jurusan yang kami tekuni saat ini, yaitu Teknologi Industri Pertanian.

Dalam salah satu bahasan mata kuliah tersebut, dosen kami menyatakan bahwa kami sebaiknya telah memiliki rancangan impian dalam rentang waktu tertentu, seperti impian kami setelah 5 tahun kemudian, 10 tahun kemudian, dst. Ada beberapa kawan sekelas sayayang dengan bangganya menyatakan impian mereka secara spesifik dan gamblang, seperti mau menjadi pengusaha bioetanol, pengusaha olahan pisang, dsb.

Saya sendiri selalu merasa bingung apabila pertanyaan tersebut disampaikan kepada saya : mau jadi apa saya selama sekian tahun ke depan?

Saya dibesarkan dalam keluarga pegawai negeri dan bukannya pengusaha. Secara otomatis mind set saya telah terpola bahwa setelah lulus kuliah saya harus bekerja, dan bukannya mencoba untuk membangun usaha sendiri. Dan jujur saja, saya memang tidak biasa berbisnis atau semacamnya. Dari segi keuangan kami cukup mampu, tetapi setelah bapak saya meninggal, ibu saya harus menghemat segala macam pengeluaran yang sebelumnya umum dilakukan karena tunjangan pensiun bapak saya tidak mencukupi.

Terkadang saya merasa salah jurusan di IPB ini, tetapi saya pikir saya tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang saya peroleh ini (saya masuk melalui jalur USMI), karena saya tidak mau mengecewakan ibu saya. Ibu saya sangat mengharapkan saya cepat lulus dan bekerja mandiri, selekasnya…

Saya sendiri lebih menyukai pekerjaan kreatif. Sejak kecil saya menyukai komik dan kartun, terutama komik dan kartun Jepang, dan menjadi sedikit terobsesi karenanya. Saya memiliki cita-cita sebagai komikus dan sekarang ini, cita-cita saya bertambah, menjadi penulis skenario sinetron atau film (melihat betapa bobroknya sinetron-sinetron negeri kita; saya gemas setiap menonton sinetron dibuatnya). Saya ingin bisa bekerja di bidang yang saya gemari tersebut atau minimal bekerja di bidang yang berkaitan dengan buku atau gambar-menggambar.

Masalahnya, ibu saya menganggap bahwa hal itu tidak berprospek sama sekali. Beliau mengharapkan saya bekerja seperti halnya dirinya, menjadi pegawai negeri atau swasta; intinya menjadi pekerja. Dalam hati saya memahami kata-kata beliau, tetapi saya sungguh-sungguh tidak menyukai kerja kantoran. Hasilnya, saya merasakan kejenuhan yang amat sangat terhadap semua kuliah yang saat ini tengah saya jalani, dan seperti sudah saya duga, nilai saya cukup jatuh. Tentu saja saya tidak mengatakannya pada ibu saya, dan untungnya beliau juga tidak menanyakannya.

Kembali pada merancang impian dan masa depan, konklusi yang saya ambil dari semua masalah yang saya hadapi saat ini adalah saya masih merasa bingung dan belum dapat menentukan dengan pasti tujuan hidup saya, seperti halnya kawan-kawan saya sebelumnya. Apa yang harus saya lakukan berikutnya? Bisakah anda sekalian yang membaca tulisan ini membantu saya mencari solusinya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s