Beranda » Opini » Gersang

Gersang

 Pernahkah kau merasa begitu gersang sampai-sampai kau ingin sekali bunuh diri?

Pertanyaan tersebut dikemukakan dosenku ke seantero kelas kemarin siang, ketika kami kuliah Penulisan Ilmiah. Sungguh pertanyaan yang sangat menggelitik. Dosenku kemudian menantang apakah di antara kami ada yang berani mengakui bahwa dia pernah merasakan perasaan semacam itu, beserta alasannya sekaligus.

Kelas hening. Tidak ada yang berani mengacungkan tangan.

Sesungguhnya aku ingin mengacungkan tangan dan mengaku, “Ya, saya pernah, Pak”, tetapi aku juga terpaku di kursi tanpa mengangkat tangan.

Ada bagian yang ingin kuralat apabila aku sungguh-sungguh berani menjawab pertanyaan itu. Bahwa aku tidak pernah ingin bunuh diri. Tidak, hidupku sangat berharga dan tidak hanya untuk dibuang begitu saja.

Aku lebih menginginkan untuk membunuh seseorang. Bagiku itu jauh lebih baik dibandingkan membuang nyawa sendiri.

Setiap kali teringat bahwa aku pernah memiliki keinginan semacam itu membuatku tersenyum sendiri. Betapa aku memiliki otak kriminil seperti itu, hee… entah apa yang terjadi apabila aku sungguh-sungguh melakukan hal sekeji itu.

Setidaknya aku sudah pernah melakukannya 3 kali …di dalam mimpi. Cukup memuaskan, karena terasa begitu nyata, sampai-sampai aku juga kaget sendiri. Ternyata membunuh orang itu begitu mudah dan bisa dibilang menyenangkan. Apa pemikiran seperti itu menunjukkan bahwa aku memiliki kecenderungan menjadi psikotis?

Aku juga tidak tahu. Mendengar pertanyaan semacam itu membuatku menelaah pikiranku : apakah sampai saat ini aku merasa gersang? Apa yang terjadi padaku sampai-sampai aku merasa begitu?

Di hari yang sama, aku menceritakan pada temanku mengenai pertanyaan itu dan keinginan terpendamku yang kelam itu. Dia mengatakan bahwa itu adalah tanda-tanda imanku sedang jatuh. Benarkah begitu? Mungkin juga. Selama ini, toh aku juga tidak pernah merasa terlalu dekat dengan Tuhan. Sepanjang aku menjalani hidup dengan menanggung suatu beban yang bisa dibilang aneh, aku merasa bahwa diriku telah terbentuk menjadi seorang yang pragmatis, skeptis, dan realistis.

Aku sering bermimpi, tetapi itu ada di dunia lain. Bukan bermimpi dalam artian merencanakan impian masa depan, bukan, bukan yang seperti itu. Melainkan mimpi yang sesungguhnya mimpi, murni khayalan. Aku jadi agak khawatir mengalami delusi hidup.

Bagaimana denganmu?

One thought on “Gersang

  1. Wah bud… aku gak pernah kepikiran buat bunuh diri tuh segersang apapun hidupku.
    tapi aku juga gak pernah niat bunuh orang. Kalo soal otak jahat sih… aku punya banyak ruang kosong buat mikirin hal kriminal tapi gak sampe ke aplikasi lapang sih. Maybe sometimes kalo udah bener2 gersang aku bakal berbuat sedikit kegilaan yang pernah mampir di kepala. Misal nyamar jadi cowok… terlepas dari ukuran tertentu(you know lah…ha33X)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s