Beranda » Ulasan » Aku dan Kecoa

Aku dan Kecoa

Malam itu, aku terserang sakit perut mendadak. Biasa, pengen ngebom, hehe. Dan ternyata pas aku mau ke kamar mandi, ..AH!! ada beberapa kecoa menghadang jalanku.

Aku paling benci serangga bernama kecoa. Mereka itu kotor, bau, merayap, sungutnya sering bergerak-gerak tak beraturan, dan ..mengilat. Itu yang aku paling gak bisa mengerti : mengapa hewan jorok seperti mereka bisa semengilat itu? Kayak di got ada salon poles kilap aja..

Tau gak? Meskipun aku sangat membenci mereka, tetapi sepertinya mereka memanfaatkan kebencianku itu. Mereka selalu muncul di depanku, masuk ke kamarku, menyatroni aku, dan banyak lagi. Seolah-olah mereka memang sengaja mendekati aku yang sangat membenci mereka. Aku penasaran, jangan-jangan hewan itu memang memiliki insting untuk mendekati orang yang membenci mereka. Entah apa alasannya…

Terlepas dari semua kebencianku pada mereka, kecoa itu hewan yang sangat berguna, dan mau tak mau sangat mengagumkan. Yang paling hebat adalah bahwa mereka itu hewan yang susah mati! Misal, meskipun dipotong kepalanya, mereka baru akan mati sekitar 5 hari kemudian karena …gak bisa makan. Soalnya mulut mereka kan di kepala. Aku juga sering memperhatikan bahwa meski aku menyemprot mereka secara membabi buta dengan menggunakan insektisida, mereka baru akan mati sekitar 15 menit kemudian. Padahal nyamuk dan serangga lain akan mati dalam tempo antara 3 – 5 menit setelah disemprot.

Kecoa terdapat hampir di seluruh bagian dunia ini, kecuali di kutub. Mereka berasal dari ordo Blattodea yang kurang lebih terdiri dari 3500 spesies dalam 6 familia(http://id.wikipedia.org/wiki/Kecoa).

Mereka sering dianggap hama di daerah perkebunan maupun perumahan. Wajar aja, jumlah mereka melimpah ruah (membayangkannya saja membuatku merinding!) di segala tempat. Mereka termasuk omnivora, jadi mereka makan segalanya, mulai dari makanan di atas meja makan sampai sampah dapur. Makanya, jangan terlalu jorok ya! Padahal aku juga jarang naruh sampah di kamar, tapi tetep aja kamarku dimasuki mereka…

Mereka memiliki kemampuan membentuk kelompok-kelompok kerja kecil dan unit-unit tersendiri. Kayak koloni gitu. Mereka umumnya hewan yang memiliki solidaritas tinggi terhadap kelompoknya dan rela berbagi tempat hidup serta sumber makanan bersama. Lebih lengkap baca aja di http://en.wikipedia.org/wiki/Cockroach.

Jujur aja aku gak peduli akan semua itu, dan hanya berpikir bahwa mereka itu hama rumah sejati. Semakin banyak jumlah mereka di suatu rumah, bisa jadi tolok ukur seberapa joroknya kondisi rumah itu (menurutku begitu…). Yah, ada juga sih manfaat mereka selain sebagai pemakan sampah, yaitu menyumbang keuntungan besar pada produsen obat serangga. Apesnya, hal itu juga berpengaruh pada kondisi bumi kita tercinta ini…

Salam, Dea.

N.B. Aku berharap jangan ada kecoa yang menyatroniku lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s