Beranda » Opini » Jas Lab’s Travelling Everywhere…

Jas Lab’s Travelling Everywhere…

Hai!

Aku kepikiran soal ini, gara-gara komentar Ira kemarin-kemarin, bahwa para adik kelas kami yang manis ternyata ‘gampangan’ mengabaikan GLP (Good Laboratory Practices), yaitu memakai jas lab di luar area lab kampus. Mereka memakainya (tanpa rasa bersalah) kemana-mana, ke Bara, ke Bateng, jalan-jalan, dsb. Kesannya keren kali ya??

Padahal kalau zamannya kami dulu, pasti ada saja kakak kelas atau bahkan dosen yang menegur dan memarahi kami karena keteledoran itu.

Apa sekarang kami sebagai kakak kelas sudah sedemikian cueknya atau mereka yang memang gak pedulian pada aturan?? Sejujurnya aku bukan orang yang taat pada aturan, terutama aturan yang berkaitan dengan birokrasi, tetapi kalau untuk yang satu ini, aku benar-benar paham apa fungsinya (maklum dulu sering diingatkan kalau lupa lepas jas lab di luar lab) dan bahayanya memperlakukan jas lab kita kemana-mana.

Jas lab merupakan salah satu benteng perlindungan tubuh kita dan pakaian kita dari bahaya zat kimia dan bahan organik. Seperti halnya juga sarung tangan, masker, kacamata gogle, dan sepatu tertutup; semuanya merupakan peralatan dasar untuk mencegah bahaya yang bisa saja terjadi apabila kita bekerja di lab. Jadi, ada kemungkinan jas lab yang sudah kita kenakan terkontaminasi oleh bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh dan lingkungan sekitar kita. Bayangkan apabila jas lab itu sampai ‘berjalan-jalan’ di tempat umum macam Bara, Bateng, dsb??!

Memang sih, pada umumnya praktikum atau penelitian yang dilakukan mahasiswa di IPB ini tidak melibatkan sesuatu bahan yang secara langsung berbahaya (biohazard level tinggi) bagi tubuh dan kesehatan lingkungan pada umumnya. Tetapi bagaimanapun juga, aturan  pertama bagi orang-orang yang bekerja di lab, terutama lab mikrobiologi, adalah : anggap semua bahan kimia dan mikroba yang digunakan untuk percobaan adalah bahan dan mikroba yang berbahaya (hazardous).

Jadiiii, tidak bisa dibenarkan apabila adik-adik kelas kita yang manis ini sampai mengabaikan aturan dasar ini. Takutnya mereka keterusan sampai ke depan-depannya. Gak lucu kan, kalau sampai ada kejadian kayak kasus Resident Evil terjadi di lingkungan kampus kita tercinta hanya karena keteledoran kita tidak menanggalkan jas lab yang terkontaminasi sebelum meninggalkan ruangan lab dan menuju tempat umum.

Maaf ya, kasarnya kalau menggunakan bahasa yng umum kupakai, sejujurnya aku gak suka melihat mereka memakai jas lab dan berjalan di tempat umum, petentang-petenteng seolah-olah merekalah mahasiswa terhebat di dunia. Memangnya kenapa kalau sudah pake jas lab? Sudah merasa keren gitu?? Sayangnya nggak tuh, Mas, Mbak.

Salam, Dea.

P.S. Bagi yang membaca artikel ini dan merasa melakukan hal di atas, tolong sadarilah bahwa itu hal yang salah. Satu hal, itu mengurangi nilai GLP kalian yang bisa sangat berguna nantinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s