Beranda » Opini » Perempuan dalam Pasungan

Perempuan dalam Pasungan

Kayak judul film saja…

Aku iseng mengangkat tema ini, soalnya aku sering mengamati iklan di TV (kurang kerjaan ya, tetapi menarik lho😀 ).

Seperti yang kita tahu, banyak iklan yang menggunakan perempuan sebagai ikonnya. Di antaranya iklan produk kosmetik, susu nutrisi, baik untuk ibu hamil atau diet, style, dsb. Aku khusus di sini menyorot iklan produk kosmetik, dalam hal ini, produk pemutih wajah.

Iklan pemutih wajah, seperti namanya, mengiklankan bahwa kulit putih itu bagus (yang terbagus malah, kesannya begitu…😦 ). Semua wanita diharapkan (baca : diharuskan) untuk menjadi wanita berkulit putih. Ada iklan yang menyampaikan pesan itu secara implisit, ada juga yang eksplisit, seperti iklan salah satu produk krim pemutih wajah dari negeri Asia Timur sono (merk jangan disebut, cari saja iklan yang ada komentar orangnya, bahwa wanita yang sempurna adalah yang begini, begitu, dan terakhir berkulit putih… kayak itu suatu keharusan saja…).

Padahal menjadi berkulit putih bukanlah mutlak bagus lho. Lihat saja Michael Jackson! Dia sampai  mengubah kulit menjadi putih, tetapi wajahnya jadi amburadul😀 Kulit putih rentan terhadap efek sinar matahari, dan karenanya rentan juga terhadap berbagai penyakit kulit (bukan panu lho ya, soalnya kalau yang itu malah gak akan keliatan kalau kamu putih…😀 ), misalnya kanker kulit. Hiii, serem gak sih??

Orang kulit hitam mempergunakan kapasitas melaninnya secara maksimal. Begitulah yang sempat kubaca di sebuah artikel ilmiah (ntar diliat lagi bener atau tidaknya, lagi males nihh). Sedangkan orang berkulit putih tidak. Jadi sisa melanin yang tersimpan di bawah kulit tubuh itu, dorman dan bisa terbangkitkan sebagai kanker apabila terekspos sinar matahari. Pernah lihat kan, kulit orang bule yang bintik-bintiknya banyak banget? Itu pigmen melanin kulit yang tidak terpakai seluruhnya. Umumnya manusia sawo matang seperti kita tidak punya yang kayak gitu, soalnya pigmen kulit kita terpakai semua (tropis siih😀 ).

Jadi, intinya, manusia berkulit warna, apalagi yang gelap macam kita dan orang Negro, lebih tahan terhadap kanker kulit dan berbagai macam penyakit pigmen kulit lainnya.

Sooo, girls, jangan terlalu termakan iklan pemutih wajah di TV! Hampir semua pemutih wajah yang mengklaim tidak menggunakan merkuri dan hydroquinon, menggunakan pewarna titanium dioksida sebagai dasar pemutih mereka. Meski bisa terbilang cukup aman dan lazim digunakan sebagai pemutih (apa pun, soalnya TiO2 ini merupakan zat pemutih umum di industri cat tembok, pewarna berbagai produk seperti sabun dan krim, dsj), tetap saja kita tidak tahu apa yang dirahasiakan oleh para produsen itu. Aku kok kurang percaya ya, kalau cuma bermodalkan titanium dioksida dan zat alami apa gitu, macam bengkoang, lycorice extract, dll bisa secara instan memutihkan wajah. Lagian pigmen kulit kan terbarukan setiap beberapa periode sekali, jadi kalau memang kulitnya sudah gelap, yaa gelap saja terus. Lebih cerah mungkin yaa, tapi tidak sampai putih kayak yang di iklan-iklan itu; yang itu sih, modelnya memang sudah putih and the mulus.😀

Sekian saja opiniku yang rada ngawur ini, tapi bener lho! Jadi untuk para gadis yang ingin cantik, hapus anggapan kalian bahwa cantik itu (harus selalu) putih. Memang putih itu bersih, tetapi bukan berarti gelap atau hitam itu kotor kan??🙂 Banggalah pada apa pun warna kulitmu karena itu adalah sesuatu yang telah dianugerahkan Tuhan padamu, jagalah selalu, rawatlah selalu, tetapi jangan ngoyo-ngoyo amat ngerawatnya sampai mengorbankan segalanya, bahkan juga nantinya mengorbankan kulitmu sendiri. Aneka warna kulit adalah bukti kekuasaan Tuhan atas keberagaman kita sebagai umat manusia. Namanya juga Bhineka Tunggal Ika hehe..😀

Kecantikan sejati tidak hanya bersumber dari jasmani saja, melainkan juga dari jiwa yang sehat dan pribadi yang beriman kepada-Nya. Aku hanya merevisi ungkapan lama “Kecantikan sejati berasal dari dalam” karena menurutku ungkapan itu kurang banyak, hehehe… Cantik itu relatif, jadi kecantikan jasmani juga tidak berarti tubuh harus perfek mulus abis macam supermodel. Iya kan??

Salam, Dea.

One thought on “Perempuan dalam Pasungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s