Beranda » Opini » Rokok??? Uggghhh…

Rokok??? Uggghhh…

Tiap kali naik bis kayak Pusaka atau Perdana Jaya, pasti deh, gangguan utama adalah dari orang yang merokok, entah itu di sebelahku, di depanku, di belakangku, di mana-mana…

Memang sih, katanya hak untuk merokok itu sudah disamakan dengan hak untuk hidup, masuk dalam kelompok hak azasi manusia (tau siapa yang nyimpulin begitu??), tetapi kan jangan sampai dong, hak itu juga melanggar hak azasi orang lain!

Bukan hak azasi lagi namanya jika sudah melanggar hak orang lain. Lagian sejak kapan sih, merokok masuk HAM??! Setauku, HAM hanya terdiri atas hak hidup, hak beragama, hak berpendapat, hak merdeka, dan aku tak tahu lagi semua HAM yang dibuat-buat selain yang barusan, biasanya sih yang jago buat HAM kayak gitu sih Amerika… Jagonya HAM gitu loh!😛

Mau negur, kadang suka nggak enak hati. Nggak ditegur kok ngelunjak, ngepul-ngepulin asap rokoknya persis di muka orang (soalnya aku pernah kena yang kayak gitu!). Padahal aku sudah berakting rada lebay dengan batuk-batuk pake suara cukup keras lho! Nggak tahu dianya yang lemot atau pura-pura nggak tahu, tetep saja… rokok jalan terus…

Untuk orang yang merokok, tolong ya, pertama merokok itu merugikan orang banyak dan diri sendiri. Bosan kali ya, kalau diomongin kayak gini, soalnya sudah keseringan, jadinya kuping sudah bertebal ria mendengarnya… Kalau gitu, coba diingat lagi dari sisi kriminalitas : bisa lho, kalian para perokok jadi tersangka pembunuhan tak terencana, meski tidak dituntut dan sang korban tidak tahu jika dia mati karena terlalu banyak menghisap asap rokok, dan salah satu penyumbang asap-asap itu adalah Anda!! Jika dipikirkan dari segi itu, seharusnya sudah cukup membuat orang berhenti merokok. Tetapi mengingat kebanyakan orang Indonesia itu ngeyelan dan ngototan, yaaah kayaknya kok kurang ampuh… Lha wong membunuh orang secara langsung saja sudah dianggap biasa, apalagi membunuh orang secara tidak langsung melalui asap rokok??! Lebih biasa lagi, sori menyori nih…

Kalau begitu bisa dicoba dari sisi kesehatan dan higiene : rokok itu mengandung banyak zat yang beracun tinggi, beberapa di antaranya zat racun dalam lem merk Aica Aibon, tar aspal, nikotin yang setara morfin kelas kakap, dll. Kalau dipikir, menghisap rokok sama dengan makan semua lem, aspal, dan racun-racun itu. Yaaa, tetapi lagi-lagi mengingat orang Indonesia itu sakti mandraguna, zat warna baju aja ditelan sebagai pewarna makanan, kue basi pun jadi diolah lagi, formalin main pakai saja, jadi yaaa kayaknya nggak mempan juga tuh, peringatan macam kayak gini. Terus mempannya yang kayak apa ya??

Mungkin yang paling mempan kalau aturan hukuman keras diperlakukan, meniru Singapura, yang meludah sembarangan saja didenda $ 500 Singapura, atau setara Rp 200000,- saat itu. Bayangkan, daripada Rp 200000,- melayang, mendingan nggak merokok deh!

Sayangnya, untuk urusan hukum menghukum, aparat kepolisian kita sama sekali tidak bisa diandalkan. Lha wong konsumen utama rokok selain para supir, kenek, dan sebagian besar bapak-bapak ‘nganggur’ di Indonesia ini, yaa para polisi juga!

Terus bagaimana??? Tanya kenapa pada… entah… rumput yang bergoyang, kalau menyitir syair lagu Bang Ebiet G. Ade😀

Salam, Dea.🙂

One thought on “Rokok??? Uggghhh…

  1. kabarnya MUI mau ngeluarin fatwa haram untuk rokok, kayaknya belum bisa dech mengingat banyak sekali yang bergantung pada rokok.

    BTW, aku ganti icon jadi Sawamura yang lagi ngerokok:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s