Beranda » Opini » SYEKH PUJI HANYA SEORANG PEDOFIL MESUM

SYEKH PUJI HANYA SEORANG PEDOFIL MESUM

Berita mengenai pernikahan anak di bawah umur yang dilakukan pengusaha kaya bernama Syekh Puji dan gadis berusia 12 tahun, Luthfiana Ulfa, mengundang kontroversi dan kecaman banyak pihak. Ketika mendengar berita itu, aku hanya bisa geleng-geleng kepala. Bisa-bisanya gitu lho, perbuatan seperti itu dikatakan sebagai perbuatan yang sesuai dengan contoh agama??!

Syekh Puji mengatakan bahwa ia hanya meniru apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, yang menikahi Aisyah ra yang saat itu memang masih berusia 9 tahun. Atau intinya, ia mengatakan bahwa hal itu merupakan sunnah yang layak diikuti dan dicontoh oleh umat.

Alamak!!😦

Seorang manusia biasa mengklaim ingin meniru Nabi SAW, dalam hal perbuatan yang saat ini menjadi sesuatu yang mengundang banyak tanya dan kecaman. Apa yang dilakukan Nabi SAW adalah atas petunjuk dari Allah SWT, bukan semata nafsu birahi dan syahwat semata. Beliau sangat mengetahui bahwa Aisyah ra memiliki potensi dan kecerdasan yang jauh melebihi anak-anak pada umumnya, dan bisa menjadi perawi hadits shahih untuk seterusnya. Oleh karena itu, beliau, atas petunjuk Allah SWT, menikahi Aisyah ra, untuk membuatnya dekat dengannya, untuk selalu menjadi salah satu sumber hadits shahih terbaik yang pernah ada.

Dengan kata lain, alasan Nabi SAW menikahi Aisyah ra adalah untuk umat Islam ke depannya. Prediksi beliau sangat luas dan bersifat jauh ke depan. Alasan pernikahan adalah agar Aisyah selalu berada di dekatnya, tanpa kecanggungan dan batasan kemuhriman. Dengan menikahi Aisyah, Nabi SAW menjadikannya seorang muhrimnya. Dengan menjadi muhrimnya, akan lebih mudah bagi Aisyah untuk menelaah langsung segala perbuatan dan kata-kata Nabi yang menjadi teladan dalam bentuk hadits yang dirawikannya untuk seterusnya.

Sedangkan Syekh Puji???!!! Apa alasan jelasnya menikahi Luthfiana Ulfa??!! Tidak ada, selain keinginan picik untuk meniru Nabi SAW (tanpa didasari pengetahuan dan pemahaman yang dalam mengenai Islam) dan nafsu syahwat yang menyimpang (baca : pedofilia).😦

Pernikahan dini yang dilakukan Nabi SAW dan Aisyah ra bukan termasuk hal yang disebutkan dalam sunnah Nabi untuk ditiru dan dicontoh. Peristiwa itu adalah eksepsional, pengecualian, karena petunjuk Allah yang menjadi prediksi kondisi umat seterusnya.

Secara hukumnya, dengan memaksakan pernikahan pun sudah melanggar ketentuan Islam. Agama Islam tidak pernah mencontohkan untuk memaksakan kehendak terhadap seseorang dalam hal apa pun, termasuk pernikahan. Meskipun Syekh Puji menyatakan bahwa ia tidak memaksa Ulfa untuk menikahinya, tetap saja hal itu tidak relevan. Selama ini apa yang kita lihat di berita semuanya hanya berasal dari satu sumber, yaitu Syekh Puji seorang. Ulfa sendiri tidak pernah muncul di depan kamera berita untuk memberi keterangan mengenai pernikahannya sendiri. Seolah-olah ia dipingit dan tidak diperbolehkan untuk membela dirinya sendiri. Semua pemberitaan di TV itu hanya mengenai “aku, aku, aku, dan aku yang menikahi anak umur 12 tahun karena sesuai tindakan Nabi”, begitu kata Syekh Puji. Naudzubillahi min dzalik, benar-benar manusia laknatullah deh, itu orang.

Perbuatan Syekh Puji itu hanya seperti sebuah legalisir untuk suatu perbuatan pedofilia. Pedofilia merupakan suatu bentuk keinginan dan perbuatan seks yang menyimpang, yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak yang belum akil baligh. Menurutku, Syekh Puji tidak ada bedanya dengan Robot Gedek yang menjadi pedofil dan pelaku pembunuhan anak-anak beberapa tahun yang lalu. Hanya saja, beda dengan Robot Gedek, Syekh Puji ini berduit, berkuasa, memiliki kedudukan di tengah masyarakat, dan BELUM membunuh atau menyodomi atau memperkosa anak-anak mana pun. Naah, untuk melegalisir apa yang dihasratkannya itu, ia menutupinya dalam kedok ‘pernikahan’. Begitulah opiniku.

So, what’s your comment?

Salam, Dea.

N.B. Menangis darah melihat keterpurukan umat Islam, yang bahkan sampai tidak mengenal konsep agamanya sendiri, dan ada yang tega melakukan perbuatan maksiat dengan bangganya, seolah-olah ia adalah pahlawan jihad nomor satu di dunia, hik hik hik…(coba lihat saja di TV betapa bangga – gila – Syekh Puji bisa menikahi anak umur 12 tahun… menurutku dari penampilannya saja dia sudah seperti orang tidak waras…)😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s