Beranda » Opini » Google Chrome: Si Cepat yang Masih Rentan Eror

Google Chrome: Si Cepat yang Masih Rentan Eror

Hai.

Sebenarnya saya menulis artikel ini cuma karena merasa agak kesal. Sudah beberapa lama saya mencoba peramban buatan Google yang terbaru, Google Chrome. Program peramban ini mudah diakses melalui internet, dengan waktu instal singkat dan pemakaian instan yang mudah. Fitur-fitur dan kemampuan yang diusung juga benar-benar menarik dan mudah untuk dipakai.

Lambang Google Chrome

Hanya saja, program ini merupakan program beta version, alias masih versi uji coba. Saya benar-benar mengharapkan untuk bisa mendownload dan menggunakan Google Chrome versi stabil, yang tentunya akan lebih tidak rentan malware dan minim eror. Masalahnya, saat ini peramban Chrome yang terinstal di PC saya mengalami eror yang (sepertinya) permanen dikarenakan oleh putusnya jaringan listrik mendadak di rumah saya.

Pemutusan hubungan listrik sepihak dan mendadak itu menyebabkan beberapa fitur ekstensi yang dipasang di dalam Chrome menjadi eror. Saya pikir mudah saja untuk merefresh semua program add-on tersebut, dengan mengklik Mulai Lagi atau Refresh di menu internet. Tetapi ternyata kesemua ekstensi itu masih eror dan tidak bisa direfresh, yang akhirnya menyebabkan Chrome saya menjadi crash. Saya pun mencoba untuk meng-uninstal Chrome secara permanen via Control Panel dan kemudian menginstal ulang via internet, dengan harapan kerusakan itu akan dinulifikasi (karena program ditulis dan instal ulang). Tetapi ternyata kerusakan itu bersifat permanen dan Chrome sama sekali tidak dapat digunakan sampai saat saya menulis artikel ini.

Halaman browser Google Chrome (normal)

Keunggulan Google Chrome yang paling utama adalah kecepatan dan kemudahan dalam surfing, browsing, dan download konten internet. Di saat peramban lain masih menerapkan waktu download normal, Chrome sudah bisa mendownload dengan waktu kurang dari separuh waktu download normal. Selain itu, Chrome juga menampilkan unduhannya dalam satu row (atau halaman terpisah, tergantung si pemakai…defaultnya adalah row yang terletak di bagian bawah peramban), berbeda dengan Firefox dan IE yang menampilkannya selalu dalam halaman terpisah. Intinya, Google Chrome merupakan peramban yang mudah, cepat, dan praktis.

Kelemahan paling utama dari peramban versi beta ini adalah kerentanannya terhadap malware dan ketidakmampuannya menampilkan laman-laman tertentu yang berbentuk HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure). HTTPS merupakan jenis laman yang menggabungkan antara HTTP (Hypertext Transfer Protocol) normal dan SSL/TLS (Secure Sockets Layer/Transport Layer Security), yaitu laman yang diamankan dan dienkripsi dari versi laman yang normalnya tidak aman/dienkripsi. Laman HTTPS umumnya digunakan dalam laman-laman yang menampilkan transaksi pembayaran online atau masalah-masalah sensitif lainnya, semacam berkas atau formulir pengisian yang bersifat konfidensial atau rentan malware dan hacking. Chrome hanya mengutamakan kecepatan dan kemudahan dalam netsurfing, netbrowsing, dan mengunduh konten tanpa mengindahkan sistem enkripsi dari laman-laman semacam ini, jadi ketika kita dihadapkan pada suatu web yang lamannya berupa laman HTTPS, kita tidak bisa atau, malah dalam beberapa situs tertentu, tidak diperbolehkan untuk mengunduh dokumen tersebut menggunakan Chrome. Chrome masih mampu menampilkan laman tersebut dalam versi HTTP normal, hanya saja kita bisa melihat bahwa di sudut kiri atas, pada row alamat website, tulisan https:// dari situs tersebut diberi warna merah dan dicoret (mengindikasikan bahwa Chrome hanya menampilkan versi non HTTPS dari laman yang bersangkutan).

Satu dari beberapa tema lokal populer yang bisa dipilih, kartun Benny dan Mice.

Kelemahan lain, yang saat ini saya alami, adalah ketidakmampuan untuk merefresh program setelah mengalami crash ringan atau pemutusan mendadak. Chrome menjadi seolah-olah rusak permanen dan tidak dapat diinstal ulang lagi setelah crash ringan tersebut. Alhasil, saat ini saya beralih menggunakan Mozilla Firefox lagi. Untungnya, pihak Google memberikan kesempatan untuk memberikan kesan dan saran, serta alasan selama menggunakan dan akhirnya meng-uninstal Chrome secara permanen sebagai umpan balik kepada mereka untuk kinerja dan pengembangan Chrome lebih lanjut. Saya sangat berharap mereka bisa secepatnya melepas Google Chrome versi stabil dalam waktu dekat ini, karena saya akui, saya sangat menikmati menggunakan Google Chrome.

Yah, informasi dalam artikel ini saya ulas dari sudut pandang saya sebagai pengguna awam suatu program komputer, dan bukannya sebagai seorang ahli IT; jadi maklum saja ya bila ada banyak kesalahan atau artikel ini dirasa kurang valid. Sebenarnya sih, saya cuma mau keluarin unek-unek karena kerusakan permanen dari Google Chrome saya. Yah…

Yang niat mau download versi beta bisa link di sini. Moga-moga cepat dilepas versi stabilnya dan moga-moga aja eror Chrome di dalam komputer saya tidak permanen…Amiiiiinnn.

Salam, Dea.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s