Beranda » Opini » Biar Nggak Lapar Mata Pas Belanja…

Biar Nggak Lapar Mata Pas Belanja…

Hai.

Sudah 2 tahun saya tidak menulis di bagian Tulisan ini, hmmh… dan sekarang saya menulis mengenai tips belanja o_o

Ada beberapa dari tips ini saya comot dari berbagai sumber, lalu saya praktikkan sendiri. Lumayan cespleng lho untuk dipraktikkan sehari-hari.

Tips #1 : Buat daftar belanjamu.

Apapun jenis belanjamu, mau belanja sembako sampai belanja baju, daftar belanja adalah suatu hal wajib untuk dibuat. Kebanyakan orang malas bikin benda yang satu ini, alasannya bingung lah, pilihan terbuka lah, repot lah, blah blah blah. Daftar belanja tidak harus berupa daftar formal berlembar-lembar berisi detail barang yang mau dibeli (meski tidak menutup kemungkinan kamu bikin yang kayak begitu, soalnya saya juga sering bikin yang seperti itu, meski tidak sampai berlembar-lembar). Minimal buatlah catatan kecil mengenai barang apa yang kamu butuhkan (bukan yang kamu inginkan, meski bisa juga keduanya; barang yang kamu butuhkan dan inginkan), rentang anggaranmu dan prioritas kebutuhanmu. Usahakan barang yang paling kamu butuhkan dituliskan paling atas di daftarmu. Daftar belanja tidak harus saklek, kamu bisa menambah variasi barang sesukamu, asalkan tidak melebihi rentang anggaran yang sudah kau tetapkan.

Daftar belanja sangat membantu bila kita belanja di tempat-tempat semacam pusat grosir, karena berbeda dengan mall yang nyaman, berbelanja di pusat grosir sangatlah melelahkan bila kita sendiri tidak memiliki arah dan patokan yang jelas mengenai apa yang kita butuhkan dan ingin beli. Daftar belanja membantu kita fokus di tengah lautan manusia di pusat grosir sehingga kita bisa mendapatkan (sebagian besar) barang yang kita butuhkan dan inginkan.

Tips #2 : Makan sebelum belanja.

Percaya atau tidak, makan sebelum belanja secara drastis mengurangi apa yang kita sebut lapar mata. Perut lapar membuat kita kalap dalam berbelanja. Selain itu juga, lapar ketika belanja membuat kita mengeluarkan pengeluaran lebih dalam bentuk makanan mahal (di resto, menu wah, dsb), yang mana uang untuk makanan itu bisa kita pakai untuk belanja. Kalo sekali-kali jajan di luar gak masalah sih, tapi lebih enak dan higienis kalo kita makan di rumah sebelum kita belanja besar (kecuali kalo kita benar-benar kehabisan bahan makanan di rumah -_-). Kalo kepepet harus makan di luar, pilihlah makanan yang sehat, higienis, cukup mengenyangkan dan tidak menguras kantong. Anggap biaya makanmu itu sebagai bagian rentang anggaran belanjamu. Insha Allah, dengan perut kenyang, otak kita bisa lebih rasional dalam memilah-milih barang belanjaan kita nantinya.

Tips #3 : Khusus untuk barang non bahan makanan pokok, pikir dan pikir lagi prioritasmu.

Kecuali kalo kamu memang kepepet butuh sepatu baru karena nggak punya sepatu lagi, membeli sepatu bukanlah sesuatu yang sangat penting dan nomor satu dalam daftar belanja rutinmu. Hal ini berlaku juga untuk barang-barang non primer lainnya semisal blus cantik, rok unik, gadget dsb. Saya memasukkan kosmetik dalam kategori ini juga, kecuali untuk kosmetik mandi (sabun, shampoo, dsb). Sebagai contoh, saya hanya memakai 2 jenis bedak sampai benda-benda tersebut habis; satu bedak loose dan satu lagi bedak padat untuk dibawa bepergian. Prinsip ‘pikir dan pikir lagi prioritasmu’ juga saya terapkan ketika saya hanya sekedar berjalan-jalan (bukan niat belanja) dan kebetulan melihat barang yang “OMG keren bingitss!!” dan terbersitlah keinginan untuk membelinya. Biasanya ini saya temui ketika saya melihat sepatu atau tas yang bagus.

Saya akan menimbang-nimbang beberapa hal berikut ini : 1) apakah saya membutuhkan barang itu? 2) adakah barang yang bisa menjadi substitusi barang tsb? 3) apakah harga barang tersebut sepadan dengan fungsinya? 4) seberapa seringkah saya akan menggunakan barang itu? 5) apakah saya masih ingin membeli barang itu beberapa waktu ke depan bila saya menunda membelinya sekarang?

Yep, salah satu cara mujarab untuk mengendalikan nafsu belanja kita terhadap barang-barang mewah adalah dengan menerapkan daftar pertanyaan di atas dan menunda membeli barang tersebut sampai rentang waktu yang kita patok sendiri. Saya mematok waktu antara dua minggu sampai  satu bulan untuk menganalisis apakah saya masih berkeinginan untuk membeli barang tersebut atau tidak. Bila sampai rentang waktu yang ditetapkan keinginan membeli barang tersebut masih ada, maka belilah barang itu (kalo gak kehabisan stok ya).

Tips #4 : Pelajari secara mendetail barang yang kamu butuhkan dan inginkan.

Ini berlaku untuk barang-barang non primer dengan harga lumayan, semisal gadget. Misalnya, kau pengen beli gadget baru, maka mulailah berburu informasi gadget yang kamu inginkan itu. Kamu juga harus menimbang-nimbang untuk membeli barang tersebut dengan menggunakan daftar pertanyaan di atas. Jangan kemakan iklan dan tren. Pelajari betul fungsi dan fitur yang ditawarkan sebelum membeli. Bandingkan harga dengan manfaat yang diperoleh. Terkadang dengan harga yang kurang lebih sama kita bisa mendapatkan fungsi dan manfaat lebih banyak dengan beralih pada merk lain yang bisa dibilang tidak terlalu trendi (dengan kualitas yang kurang lebih sama). Tentunya ini subyektif ya. Pada akhirnya kembali lagi pada selera masing-masing orang. Satu saran dari saya : jangan tergoda untuk menggonta-ganti gadget. Lebih baik bila kita menganggap gadget sebagai hewan peliharaan. Masak kalo bosen kita seenaknya saja membuang anjing atau kucing kita?

Keinginan untuk membeli pakaian atau sepatu bisa lebih impulsif dibandingkan membeli gadget atau barang mewah lainnya. Tetap gunakan daftar pertanyaan di poin #3 untuk mempertimbangkan apakah kita akan membeli pakaian atau sepatu tersebut. Yang terpenting, kita harus sadar betul apakah kita benar-benar membutuhkan barang tersebut dan ingin menggunakannya lebih dari tren belaka atau kita hanya sekedar berkeinginan sesaat saja.

Tips #5 : Percayai instingmu.

Tentunya mempercayai insting hanya bisa diterapkan bila kita sudah memiliki arah dan patokan yang jelas dan rasional mengenai prioritas dan anggaran belanja kita. Mengikuti poin #4, insting kita bisa diasah untuk meminimalisasi impulsivitas kita dalam membeli barang-barang berupa pakaian dan sepatu. Tentunya mengasah insting ini membutuhkan latihan dan kemauan teguh dalam memilah dan memilih.

Jangan bertindak impulsif! Sekali dua kali bisa saja kita membeli barang hanya atas dasar impulsivitas dan berakhir bahagia. Tetapi akui saja, sebagian besar impulsivitas kita berakhir pada penyesalan dan akhir tragedi (lebayy…).

Percayai bahwa apa yang bagus untuk orang lain belum tentu bagus untuk dirimu. Dengan kata lain, jangan percayai tren. Kita harus memahami apa yang bagus untuk diri kita sendiri dan percaya diri dengan gaya yang kita bangun sendiri. Jangan biarkan iklan dan orang lain mendikte penampilanmu (kecuali jika itu kritik yang bersifat membangun, tanpa ngiklan).

Yap, itulah 5 tips berbelanja yang  saya sering terapkan untuk diri sendiri. Insha Allah, semua langkah tersebut sudah saya praktikkan dan cukup berhasil dalam menghemat dan mengontrol pengeluaran saya.

Kecuali untuk buku hehehe, saya sangat impulsif dalam membeli buku😛

Saya masih belajar untuk mengontrol nafsu membeli buku, tapi jaminan mutu bahwa buku-buku yang saya beli itu adalah buku-buku yang sudah pasti saya baca dan berguna untuk saya (subyektif, tapi hey, setiap orang juga punya hobi). Hal terpenting yang saya banggakan adalah anggaran saya untuk membeli buku tidak mengganggu anggaran belanja saya yang (relatif) fleksibel.

So, happy shopping! Keep saving! And be happy with your life🙂

Salam.

Dea.

4 thoughts on “Biar Nggak Lapar Mata Pas Belanja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s