Beranda » Ao no Exorcist

Ao no Exorcist

Kover manga volume 1, menampilkan Rin Okumura dan pedangnya, Kurikara.

Ao no Exorcist (AnEx) atau Blue Exorcist adalah manga shonen karya Kazue Katou, diserialisasikan di majalah JUMP SQUARE oleh penerbit Shueisha sejak April 2009 dan masih berlanjut sampai sekarang. Manga ini telah diadaptasi menjadi anime sebanyak 25 episode, yang baru selesai tayang pada tanggal 2 Oktober 2011 kemarin. Manganya baru sampai kapter 28 (yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris di situs manga online), sedangkan tankoubonnya, seingat saya, baru terbit sampai 6 volume. Saya banyak berharap Elex atau MnC bisa menerbitkan manga ini. Mengingat 07 Ghost atau Helsing yang awalnya saya pikir, ‘Ah nggak mungkin terbit di sini’, karena mengusung isu-isu yang cukup…sensitif, tetapi ternyata bisa tembus juga di sini, mungkin saja manga ini bisa terbit di sini. Semoga saja ya!!

Overview

Dunia dalam kisah ini terbagi atas 2 realita; bagaikan cermin yang saling berhadap-hadapan, Gehenna adalah dunia iblis dan Assiah adalah dunia manusia. Iblis dari Gehenna tidak dapat masuk ke Assiah tanpa merasuki sesuatu atau seseorang. Iblis-iblis tingkat tinggi memerlukan medium dengan karakter khusus dan gerbang khusus untuk bisa memasuki Assiah; gerbang ini disebut dengan Gehenna Gate atau Gerbang Gehenna. Hanya Satan, sang raja iblis dari Gehenna, yang bisa membuka gerbang ini.

Dari tengah depan searah jarum jam: Rin Okumura, Yukio Okumura, Konekomaru Miwa, Shura Kirigakure, Izumo Kamiki, Ryuuji Suguro, Mephisto Pheles, Renzou Shima, dan Shiemi Moriyama.

Karakter utama kisah ini, Rin Okumura, adalah seorang pemuda berusia 15 tahun yang yatim-piatu dan tinggal bersama saudara kembarnya, Yukio, dan ayah angkatnya, Shirou Fujimoto di sebuah gereja/biara di pinggiran kota. Rin berkarakter ceplas-ceplos, mudah marah, dan mudah terlibat bentrok dengan orang lain yang dianggapnya semena-mena, tetapi ia juga setia kawan, baik hati, penyayang, dan adil.

Nasib Rin berubah 180 derajat setelah konfrontasinya dengan geng yang dulunya sempat bentrok—dan dikalahkan—olehnya. Pemimpin geng tersebut dendam terhadapnya dan memojokkannya, berniat untuk mengeroyoknya ramai-ramai. Emosi si ketua geng yang penuh amarah dimanfaatkan oleh iblis Astaroth, yang merasukinya, dan mengkonfron Rin yang kebingungan dan ketakutan. Astaroth pun menyatakan fakta yang mengejutkan bahwa Rin adalah anak dari Satan dan manusia, menjadikannya sebagai makhluk separuh manusia, separuh iblis.

Sebelum Astaroth dapat meneror Rin lebih lanjut, Fujimoto datang menyelamatkannya. Rin terperangah ketika mengetahui bahwa Fujimoto adalah seorang exorcist. Fujimoto memberinya Koumaken Kurikara, sebuah katana yang digunakannya untuk menyegel kekuatan Rin sebagai anak iblis. Ia juga berpesan pada Rin agar tidak menarik pedang tersebut dan menghancurkan segelnya, dalam kondisi seperti apapun. Fujimoto lantas menyuruh Rin pergi dari gereja, untuk alasan keselamatan.

Rin, yang sakit hati karena merasa telah ditipu selama ini, marah pada ayah angkatnya dan menyatakan bahwa, “Kau bukan ayah kandungku!”

Kalimat itu membuat Fujimoto syok dan pertahanan mentalnya pun jatuh. Hal itu memungkinkan Satan untuk merasukinya, meski untuk beberapa saat. Satan yang sejak awal berniat untuk menguasai baik Gehenna dan Assiah, menginginkan tubuh yang sesuai sebagai mediumnya selama di Assiah. Oleh karena kekuatannya yang sangat besar, tidak ada seorang manusia pun yang sanggup menjadi mediumnya lebih dari beberapa jam—kecuali satu orang. Hanya Fujimoto Shirou, sang exorcist terkuat pada waktu itu.

Dan Rin, yang ngeri, menyadari bahwa dia tidak dapat menarik kembali kata-kata yang sudah diucapkannya pada Fujimoto. Ia pun hanya bisa menyaksikan dengan penuh ketakutan, ayah angkatnya yang bunuh diri untuk menyelamatkan dirinya.

Saat itu Rin menyadari bahwa untuk bisa menarik tubuh Fujimoto keluar dari Gehenna Gate, ia hanya bisa menggunakan kekuatannya yang dorman di dalam Kurikara. Ia pun menarik Kurikara, menghancurkan segel kekuatan dan janjinya pada Fujimoto untuk tidak menarik lepas segel itu walau apapun yang terjadi, dan membebaskan kekuatan iblisnya yang selama ini terperangkap di dalam pedang.

Penampilan Rin berubah: telinganya meruncing, taringnya terlihat jelas, ada nyala merah di bola mata biru cerahnya, dan ekor hitam tumbuh di bagian belakang tubuhnya. Api biru cerah menyeruak keluar dan menyelimuti dirinya, penanda bahwa kekuatan iblis Rin telah bangkit sepenuhnya setelah sekian lama tersegel di dalam Kurikara. Dengan kekuatan tersebut, Rin menarik keluar mayat Fujimoto dan menutup Gehenna Gate dengan paksa, mendesak Satan untuk kembali ke realita asalnya dengan janji mencekam bahwa ia akan kembali untuk Rin…

Kehidupan Rin dipenuhi oleh dinamika dan kejutan semenjak malam itu.

Ia bertemu dengan Mephisto Pheles atau Johann Faust the Fifth (nama publiknya), kepala sekolah True Cross Private Academy, sebuah akademi privat prestisius yang juga merupakan tempat dimana para exorcist bermarkas. Mephisto memberinya pilihan: bahwa sebagai anak Satan, Rin hanya memiliki 2 pilihan, yaitu ditangkap oleh para exorcist atau mati. Rin tidak memilih keduanya; ia meminta Mephisto untuk memasukkannya ke sekolah exorcist.

Karena ia berniat untuk mengalahkan Satan, dan satu-satunya cara untuk melakukan hal itu adalah dengan menjadi exorcist. Terperangah dan tak mengira atas jawaban Rin yang berani, Mephisto tertawa terbahak-bahak dan mengizinkan Rin untuk masuk ke akademinya. Dan akhirnya, kehidupan Rin sebagai calon exorcist pun dimulai.

Dengan penuh syok, ia mengetahui bahwa adik kembarnya, Yukio yang jenius, ternyata seorang exorcist semenjak umur 7 tahun dan murid Fujimoto. Ia juga kaget mengetahui bahwa Yukio menjadi salah satu staf pengajarnya di kelas tambahan untuk para exorcist. Di kelas itu, ia berjumpa dengan anak-anak lain yang juga berniat menjadi exorcist.

Ada Izumo Kamiki, seorang gadis keturunan miko yang berkarakter tsundere (galak di luar, tetapi sebenarnya penuh perhatian di dalam); Noriko Paku, sahabat Izumo; Konekomaru Miwa, Renzou Shima, dan Ryuuji Suguro, trio keturunan biksu Kyoto; Takara, seorang pengendali boneka yang misterius; Yamada, satu lagi murid misterius; dan Shiemi Moriyama, seorang gadis lembut hati penyuka tanaman yang gemar memakai kimono dan menjadi kawan pertama Rin di kelas.

Hubungan Rin dan kawan-kawan sekelasnya beragam: dengan Izumo, Konekomaru, dan Renzou, ia cukup akrab (meski Izumo sering mengatainya bodoh J); dengan Ryuuji atau lebih sering dipanggil Bon, Rin membangun hubungan persahabatan yang penuh dengan persaingan. Semua itu dipicu oleh niat mereka yang serupa, yaitu mengalahkan Satan. Rin akrab dengan Shiemi dan nampaknya menyukai gadis itu, meski ia tidak pernah mengungkapkannya secara langsung.

Keakraban di antara mereka menguap setelah mereka mengetahui siapa—dan apa—Rin sebenarnya…

Selain kawan-kawan sekelasnya, Rin juga berinteraksi dengan karakter-karakter lainnya seperti Shura Kirigakure, bekas murid Fujimoto yang akhirnya menjadi mentornya dalam mempelajari seni pedang. Shura, yang awalnya menyamar menjadi Yamada, berkarakter serampangan, cuek, dan seenaknya sendiri. Hobinya mabuk-mabukan dan berpakaian minim (ia hanya mengenakan bikini dan hot pants setiap harinya, sesuatu yang membuat Rin, Bon, Konekomaru, dan Yukio jengah).

Ia terlibat konfrontasi dengan Igor Neuhaus, salah satu gurunya di akademi yang sangat membenci Satan dan siapapun yang terkait dengannya. Neuhaus kehilangan keluarganya karena Satan, oleh sebab itu, ia bersumpah untuk membalas dendam pada Satan dan kroni-kroninya. Rin yang merupakan anak Satan pun tidak luput dari amarahnya.

Rin juga dikonfron oleh Arthur Auguste Angel, paladin pengganti Fujimoto—yang merupakan paladin sebelumnya—dan Amaimon, raja iblis Bumi, adik Mephisto Pheles.

Struktur

Dalam dunia AnEx, Exorcist merupakan organisasi dan individu yang bertugas membasmi iblis dan kroni-kroninya. Berdasarkan jenis senjata dan metode bertarungnya, exorcist dibagi menjadi 5 kategori, yang kesemuanya disebut sebagai Meister atau master/ahli; tiap exorcist dapat menjadi Meister dalam satu atau lebih kategori. Umumnya exorcist mengantongi titel Meister dalam 1 atau 2 kategori, dengan pengecualian Fujimoto Shirou, yang menjadi Meister dalam semua kategori. Kelima kategori Meister tersebut adalah:

  1. Knight; bertarung menggunakan pedang. Rin berniat untuk menjadi Meister dalam kategori Knight. Fujimoto, Shura, dan Angel adalah Meister dalam kategori Knight.
  2. Tamer; bertarung dengan cara membuat kontrak dengan iblis tertentu dan mengendalikan mereka sebagai pesuruh atau familiar. Dibutuhkan mental kuat dan bakat tertentu agar bisa menjadi Tamer yang baik. Izumo dan Shiemi berniat meraih Meister dalam kategori ini. Fujimoto dan Neuhaus adalah Meister dalam kategori Tamer.
  3. Doctor; memiliki keahlian mengobati dan menyembuhkan penyakit atau luka-luka akibat bertarung dengan iblis. Doctor berfungsi sebagai tabib dan penyembuh dalam satu tim exorcist. Yukio, Fujimoto, dan Shura (meski belum jelas) merupakan Meister dalam kategori Doctor.
  4. Aria; bertarung dengan cara merapalkan mantra dan doa untuk menghancurkan iblis. Tiap iblis memiliki Fatal Verse atau titik fatal yang dapat merespon terhadap suatu mantra tertentu; semakin kuat iblisnya, semakin rumit Fatal Verse-nya. Adalah tugas Aria dalam merapal mantra dan doa untuk melemahkan, atau bahkan mematikan, iblis yang bersangkutan melalui Fatal Verse mereka. Bon, Renzou, dan Konekomaru berniat untuk meraih Meister dalam kategori Aria. Fujimoto dan (mungkin) Shura adalah Meister dalam kategori Aria.
  5. Dragoon; bertarung menggunakan senjata api dan artileri modern. Kisaran senjata para Dragoon tidak hanya berkisar dalam pistol saja, melainkan juga senapan laras panjang, rifle, shot gun, busur, dsb. Fujimoto dan Yukio adalah Meister dalam kategori Dragoon.

Dalam struktur hierarki, exorcist terbagi atas beberapa tingkatan. Tingkatan tertinggi adalah Paladin atau Holy Knight, yang pernah dipegang oleh Fujimoto Shirou, dan saat ini dipegang oleh Angel. Tingkatan terendah adalah Page atau murid pesuruh. Rin dan kawan-kawan mengawali karier exorcist mereka dari tahapan Page ini. Untuk saat ini, mereka masih berstatus Esquire atau Exwire, setingkat di atas Page.

Chart atau diagram hierarki exorcist.

Sebagai catatan, kedudukan Chancellor atau Honorary Knight dipegang oleh Mephisto Pheles. Shura dan Neuhaus menduduki peringkat sebagai Upper First Class Exorcist, sedangkan Yukio menduduki peringkat sebagai Middle First Class Exorcist. Rin dan kawan-kawan masih berada di tingkatan Esquire.

Opini

AnEx adalah salah satu manga dan anime yang paling saya sukai selain Bleach. Drama, humor, bahkan angst yang terangkum dalam kisah tersebut begitu kental dan menyentuh. Untuk referensi drama dan angst lebih lanjut, saya menyarankan agar mengacu pada manga; karena anime mengalami divergensi cerita menjelang episode ke-14. Cerita anime agak berlebihan dan terkesan memaksa, meski bagi mereka yang menyukai kisah yang berakhir epik, mungkin bakal menyukai animenya. Saya, jujur saja, lebih menyukai manganya, meski saya juga menikmati menonton animenya sampai tamat.

Angst dalam manga sangat terasa, terutama ketika Bon dan kawan-kawan mengetahui, dengan penuh kekagetan dan kepahitan, apa Rin sesungguhnya. Mereka menjauhi Rin dan menganggapnya sampah, sesuatu yang Rin sebut sebagai sebuah pukulan telak bagi dirinya. Rin sangat sedih dan bahkan mulai mempertanyakan eksistensi dirinya, apakah dirinya memang layak hidup atau tidak, apakah memang sebaiknya dia mati saja pada malam Fujimoto tewas.

Di anime, angst ini tidak terlalu terasa, mulai dari penerimaan Bon dan kawan-kawan terhadap keberadaan Rin yang terkesan terlalu cepat, mudah, dan ‘menggampangkan’; sampai pada absennya drama ‘penerimaan kembali’ tersebut. Padahal justru itulah momen-momen terbaik (dan menyentuh) dalam AnEx! Anime memangkas semua itu dan membuat sebuah epik baru, yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan jalan cerita asli (meski masih tetap bagus sih…). Sangat disayangkan…padahal arc Kyoto merupakan momen krusial dimana Rin dan kawan-kawan mulai berbaikan kembali…di titik itulah drama AnEx terasa begitu berkesan dan menggigit.

Anyway, saya sudah kebanyakan ngomong. Mending baca sendiri saja manganya dan tonton animenya. Setelah itu baru bisa membandingkan keduanya, mana yang paling bagus. Tentunya tiap orang memiliki preferensi sendiri-sendiri, ya kan?

Baca di sini atau sini.

Tonton di sini.

Selamat menikmati.

Salam, Dea.

N.B. Entah mengapa saya mendapat kesan bahwa Katou-sensei mendapat sebagian ide dari Harry Potter…atau itu cuma perasaan saya saja, ya? Mulai dari ide sekolah khusus exorcist sampai mantel yang membuat pemakainya tidak terlihat, semuanya mirip dengan HP. Apa pendapat kalian??

9 thoughts on “Ao no Exorcist

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s