Beranda » Descendants of Darkness (Yami no Matsuei)

Descendants of Darkness (Yami no Matsuei)

Asato Tsuzuki (yang lebih tinggi) dan Hisoka Kurosaki

searah jarum jam : Asato Tsuzuki (tengah), Kazutaka Muraki (jam 1), Seiichiro Tatsumi (jam 5), Yutaka Watari (jam 7), dan Hisoka Kurosaki (jam 11).

Asato Tsuzuki pada kover volume 1 (entah versi negara mana)

Yami no Matsuei atau Descendants of Darkness adalah sebuah shoujo manga karya Yoko Matsushita. Aku mengoleksinya meskipun awalnya agak ragu, soalnya cerita YnM ini bertema ‘agak’ yaoi atau homoseksual, hahaha.

Tapi ternyata ceritanya bagus lho! Jangan dilihat bagian yaoinya ya, tapi lihat esensi ceritanya. Tokoh utama cerita ini adalah seorang lelaki muda bernama Asato Tsuzuki, 26 tahun, seorang shinigami yang bekerja di kantor Enma Daiou. Meskipun begitu usia sebenarnya sekitar 97 tahun terhitung dari waktu kematiannya. Tsuzuki memiliki karakter yang easy going dan ceria, cenderung pemalas malahan. Ia juga sangat gemar bersenang-senang dan makan makanan manis (terutama cake ^ ^). Tetapi semua sikap optimisnya itu menutupi kepribadian sesungguhnya yang cenderung depresif dan kelam.

Shinigami adalah dewa kematian, yang dulunya menjalani hidup sebagaimana manusia biasa dan mati, jadi tugas utama Tsuzuki adalah menjemput jiwa orang-orang yang namanya sudah terdaftar di daftar kematian, asalkan kematian tersebut disebabkan oleh sebab-sebab yang wajar. Kematian tak wajar seperti pembunuhan dimasukkan ke dalam daftar kematian lain. Dunia shinigami di sini berbanding terbalik dengan dunia manusia, seperti dunia di balik cermin, yang tidak terpengaruh oleh musim (di kantor Enma Daiou selalu mekar bunga sakura). Tsuzuki merupakan shinigami yang bertanggung jawab atas region Kyuushu.

Dalam bekerja, Tsuzuki tidak sendirian melainkan ditemani oleh partnernya, seorang remaja lelaki bernama Hisoka Kurosaki, yang ketika meninggal berusia 16 tahun. Hisoka meninggal karena sakit yang tak dapat disembuhkan, meskipun nantinya ketahuan bahwa ia meninggal karena kutukan kematian. Sifat Hisoka bertolak belakang dengan Tsuzuki yang santai dan easy going. Hisoka memiliki pembawaan serius dan ketus, yang kemungkinan besar disebabkan oleh masa lalunya yang kelam.

Tokoh antagonis utama dalam kisah ini adalah seorang dokter manusia bernama Kazutaka Muraki. Meskipun manusia, Muraki memiliki kekuatan gaib yang bahkan dapat menyamai shinigami sekelas Tsuzuki sekalipun (Tsuzuki merupakan shinigami yang mampu mengendalikan 12 shikigami atau dewa pesuruh, sehingga ia diakui sebagai shinigami terkuat di Enma Daiou, di bawah sang Enma sendiri; meskipun penampilannya tidak menggambarkan hal itu ^ ^). Muraki, di balik profesinya yang seorang dokter, dan penampilannya yang karismatik dan agung bagaikan malaikat, ternyata seorang pembunuh berantai yang kejam dan berdarah dingin. Ialah yang memberikan kutukan kematian kepada Hisoka yang saat itu berusia 13 tahun, karena saat itu Hisoka memergokinya sedang membunuh seseorang. Muraki beralasan bahwa pembunuhan kejam biasa tidak sesuai untuk seorang bocah lelaki yang cantik; ia lebih cocok dengan kematian yang ‘manis’ dan perlahan. Oleh karena itu, Muraki mengejarnya dan menelanjanginya, kemudian menorehkan kata-kata kutukan di tubuh Hisoka, yang mengakibatkan kematiannya beberapa tahun kemudian. Sifat Muraki sangat kompleks, di satu sisi ia bisa menampilkan sisi baiknya sebagai seorang dokter, tetapi di sisi lain, ia menampilkan wajah gelapnya sebagai seorang pembunuh yang kejam dan berdarah dingin.

Muraki memiliki obsesi terpendam terhadap Tsuzuki. Ia mengonfrontasi Tsuzuki dengan segala cara, bahkan juga cara yang menjijikkan sekalipun. Ia senang ‘menyentuh’ korban-korbannya, dan paling senang menyentuh Tsuzuki dan Hisoka. Kelakuan Muraki inilah yang menyebabkan YnM dirating sebagai komik dewasa ^_^, soalnya ia mesum sih! Sebenarnya kalau di manga gak terlalu dijabarkan kemesumannya itu, tapi kalau kau menonton animenya, pasti langsung jijik abis ngeliat dokter yang satu ini hahaha!

Aku suka kisah ini lebih ke hubungan antar karakternya, terutama Hisoka dan Tsuzuki. Dari dua orang dengan sifat yang saling bertolak belakang, mereka menjalin persahabatan yang sangat dalam dan kompak sejalan dengan perkembangan cerita ini. Tsuzuki yang belakangan ketahuan memiliki kecenderungan untuk bunuh diri (suicidal tendency) diakibatkan oleh penyesalan mendalam terhadap dirinya semasa ia masih hidup, bergantung pada kata-kata Hisoka yang berbunyi, “Apabila tidak ada seorang pun yang menginginkan keberadaanmu, maka biarkan kau tetap ada hanya untukku,” yang menyemangatinya untuk tetap hidup. Hisoka menyayangi Tsuzuki lebih dari sekedar rekan kerja, begitu juga sebaliknya (sekali lagi jangan lihat bagian yaoinya ya ^ ^). Inti kisah ini sangat menyentuh bagiku.

Sayang sekali manga ini berhenti di volum 11, endingnya masih menggantung; sedangkan animenya berhenti di episode 13. Hal ini disebabkan oleh pengarangnya yang istirahat untuk sementara waktu (gak ngomik dulu). Moga-moga saja cepetan diterusin ya!

Btw, untuk LEVEL COMICS juga, jangan kelamaan kalau mau ngeluarin manga ini. Aku bosen nungguinnya.

Salam, Dea.

Dari berbagai sumber.

N.B. Hai!

Ada tambahan nih!!

Alamak!

Aku bener-bener baru nyadar kalo Hisoka gak hanya dikutuk sambil ditelanjangi ama Muraki, melainkan pake dixxx segala. :shocked:

Berarti Muraki itu sex preferencenya luas banget ya, gak cowok gak cewek, dewasa maupun anak-anak, hayuu!:mrgreen:

Seriously, Muraki tuh antagonis sejati…😦

Salam, Dea.

11 thoughts on “Descendants of Darkness (Yami no Matsuei)

  1. Thanx ya,dah ngebahas YnM.Setidaknya sekarang aku punya sedikit info tetang YnM.Kakak tahu ga, di mana kira-kira aku bisa ngedapetin manga scannya YnM??Thanx ya sekali lagi…

  2. oh komik yg itu…
    menurutku komiknya aneh tapi gambarnya bagus I mean cowoknya tampan:mrgreen:

    eh bud kemaren aq nonton Prince of Tennis yang movienya, yang jadi tezuka tampan deh… jadi pengen beli doramanya dan Death note 3.5 sangat kurekomendasikan untuk ditonton, baghus sekali!

  3. akhirnya diterbitkan jg di indo ya (dulu cuma ada OVA-nya aja setau gue)
    itu jg udah 6-7 thn yg lalu >..<
    oke deh, thx infonya yah🙂

  4. cinta itu memang membuat orang menjadi buta dalam hal apapun……

    contohnya?? biasanya kita kumpul bareng dg teman,, semenjak kita mempunyai seseorang yg spesial dlm hidup kita,, kita langsung mlupkan kebersamaan kita dg teman2 Qt itu……..

  5. hahaha bener banget kalo soal muraki
    di anime, pertimbangan soal penonton juga menjadi alasan mengapa muraki ‘dikurangi’ kadar kemesumannya😀
    soalnya meski ynm itu tayang di malam hari, bisa saja kan ada penonton di bawah umur yang ikutan nonton
    untuk komen dari devi, ada satu kalimat yang cocok lho : “cinta itu buta, tapi kita tidak buta, jadi jangan sampai kita dibutakan oleh cinta itu sendiri”

  6. Wah, kalo Muraki mah lebih mesum di manga. Moga-moga tante Yoko Matsushita buruan nglanjutin komik ini, aku pengen Hisoka punya shiki Kurikara!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s