Beranda » Raintree II : Haunted

Raintree II : Haunted

versi terbitan luar negeri di bawah bendera Nocturne dari Silhouette Books, anak perusahaan Harlequin Enterprises

Seri kedua dari Raintree, Haunted, berkisah mengenai anak kedua klan Raintree, Gideon, yang memiliki kekuatan untuk mengendalikan petir.

Profesi Gideon adalah detektif polisi bagian pembunuhan (beda banget ya, ama kakaknya, Dante😀 ), dan setelah lama tidak memiliki partner, pihak atasan memberinya partner baru, seorang detektif wanita bernama Hope Mallory. Keberadaan Hope mengganggu Gideon dalam satu dan banyak hal, selain karena Hope itu orangnya curious banget (serba penasaran), jadi Gideon menganggapnya gangguan; juga karena Hope menarik hatinya. Gideon menginginkan Hope, tetapi seperti umumnya Raintree lain yang harus menyembunyikan apa sebenarnya mereka, ia khawatir bila Hope mengetahui kebenaran dirinya dan keluarganya.

Kemampuan Gideon selain petir adalah komunikasi dengan roh. Ia banyak memecahkan kasus pembunuhan dengan cara ‘mewawancarai’ korban yang telah menjadi roh. Predikat ‘orang aneh’ disandangnya karena itu juga (suka ngomong sendiri di TKP😀 ), meski keberhasilan pemecahan kasus yang nyaris 100 % menjadikannya semacam teladan atau idola di kantor polisi tempatnya bekerja.

Di novel ini, kita dihadapkan pada kasus pembunuhan berantai yang tengah berusaha dipecahkan oleh Gideon dan Hope, yang secara tidak disadari, menggiring mereka pada plot yang tengah direncanakan oleh musuh Raintree, klan Ansara. Cerita berjalan lancar dan menyenangkan, dimana kita diperlihatkan mengenai ketegangan pertemuan pertama antara Gideon dan Hope, dan diakhiri dengan lamaran pernikahan (yang drastis banget, mengingat mereka baru berjumpa kurang dari seminggu sebelumnya; tapi wajar, mengingat Dante dan Lorna juga begitu🙂 ). Di akhir novel, seperti halnya Dante meninggalkan Lorna, Gideon juga meninggalkan Hope begitu saja (setelah susah payah melamarnya🙂 ) untuk berperang melawan Ansara. Alasan mereka jelas, yaitu agar para wanita mereka selamat dan terhindar dari bahaya perang supernatural. Tetapi para wanita perkasa ini, Lorna dan Hope, berinisiatif menyusul para lelaki mereka ke medan perang. Atau, kalau menurutku hanya Lorna saja yang berinisiatif, dan ia mengajak Hope seterusnya.

Meski begitu, bagiku ada yang kurang dari cerita ini : karakter Hope kurang kuat. Ketika membaca Inferno, aku terkesan oleh kekuatan karakter Lorna, dan Dante sebagai counterpartnya. Di sini, hanya karakter Gideon yang terasa sangat nyata (meski lebih santai dan menyenangkan dibandingkan kakaknya yang agak keras), sedangkan Hope lebih seperti tempelan romantis belaka (??).

Terlepas dari kekurangan itu, seri kedua ini secara umum merupakan seri yang bagus. Aku menganggapnya kurang bagus dibandingkan seri pertama sih (penggemar Linda Howard, maklum lah!😀 ), tetapi review dari situs luar justru menyatakan bahwa seri ini yang terbaik di antara ketiga seri lainnya. Umumnya para pembaca di luar negeri kesal pada karakter Dante yang terlalu tiran, dan karakter Mercy di buku ketiga, yang terlalu nggak jelas (kesannya plin plan, sayangnya counterpartnya, Judah, juga begitu😦 ).

Hehehe, tapi nih ya, meskipun aku sangat menggemari seri ini, aku gak sampai setega Alin yang berniat mengoleksi ketiganya. Sekarang ini dia cuma kurang seri pertama doang, untuk melengkapi koleksinya.

Raintree II : Haunted dikarang oleh Linda Winstead Jones, kolaborasi dengan Linda Howard (seri 1) dan Beverly Barton (seri 3). Di Indonesia dikeluarkan oleh Penerbit Gramedia, harganya terakhir kali kucek Rp 44000,-.

Selamat membaca!

Salam, Dea.

2 thoughts on “Raintree II : Haunted

  1. heh gak usah lebay, di gramed bengkulu gak ada seri reintree coba,,, aq lg mempertimbangkan untuk beli nevermore alih2 beli buku tentang sejarah israel??

    Menurutku, mercy emang plin plan dan terlalu melow tapi kalo judah gak, dy lebih ke arah banyak pertimbangan mengingat posisinya (selain sebagai ayah, sebagai raja juga sebagai musuh) jadi wajar kalo dy agak sulit mengambil keputusan dlm situasi seperti itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s