Beranda » Samurai Drive

Samurai Drive

Paling kanan: Takahara Ibuki

Tengah: Kokonoe Haruma

Yang lain belum ketahuan siapa…🙂

Manga baru keluaran tahun 2010 ini merupakan hasil karya Fujiko Kosumi. Manga ini bergenre shoujo, meski menurutku sih, genrenya shounen—mengingat karakter utamanya adalah laki-laki. Selain itu temanya juga tidak berpusat pada romantisme, melainkan pada persahabatan dan makna ‘samurai sejati’.

Ya, sesuai namanya, Samurai Drive merupakan manga bertemakan kehidupan samurai. Bukan kehidupan samurai di zaman Jepang kuno lho, melainkan kehidupan para keturunan samurai di zaman Jepang modern. Dalam dunia Samurai Drive, pemerintah Jepang memberlakukan aturan bahwa hanya keturunan samurai sajalah yang boleh membawa pedang samurai asli. Hal ini menyebabkan maraknya para samurai atau pendekar pedang berkeliaran di jalanan umum di Jepang. Aturan ini berlaku untuk semua keturunan samurai, mulai dari remaja sampai orang tua.

Adalah Takahara Ibuki, seorang siswa transfer di SMU khusus anak laki-laki yang mengutamakan kendo sebagai olahraga utamanya, SMU Shiseikan. Menjelang masa transfernya ke SMU tersebut, ia banyak mendengar rumor mengenai Shiroyasha, yang dikabarkan sebagai samurai misterius yang gemar menyerang samurai lain di jalanan.

Suatu malam, ia menyaksikan perkelahian di jalan sepulangnya dari sekolah; dan dalam peristiwa itu, ia bertatap muka dengan seorang pemuda berambut putih. Ibuki terkesima oleh ekspresi pemuda itu, dan selalu memikirkannya. Sampai keesokan harinya ia melihat lagi pemuda yang sama pada latihan kendo harian di sekolahnya.

Ternyata, pemuda berambut putih itu adalah Kokonoe Haruma, jago pedang terkuat di sekolah mereka yang juga merupakan teman sekelasnya. Semua kawan sekelas mereka menjauhi Kokonoe, karena aura ‘tak-bisa-didekati’ dan sikap cueknya. Selain itu juga Kokonoe tak pernah berbicara di kelas—waktu luangnya dimanfaatkan untuk tidur.

Ibuki yang penasaran, mengabaikan saran kawan-kawan sekelasnya yang lain untuk tidak mendekati Kokonoe yang misterius—sampai akhirnya ia menemukan sisi lain Kokonoe di luar sekolah…sebagai Shiroyasha.

Ketika Ibuki menanyakan alas an mengapa Kokonoe menyerang samurai-samurai lain di luar sekolah, yang bersangkutan hanya menjawab, “…Untuk balas dendam.”

Untuk seterusnya, Ibuki terus mendekati Kokonoe dan mereka akhirnya bisa menjalin pertemanan yang akrab dan mengerti satu sama lain, bahkan juga bertarung bersama.

Cerita manga ini sebenarnya standar (belum bisa disimpulkan lebih jauh, mengingat baru keluar 2 kapter di situs manga online), yaitu mengenai kehormatan samurai, kehidupan sekolah, dan persahabatan. Gaya gambar Fujiko-sensei cukup rapi dan bagus, dengan penataan panel yang apik. Mungkin karena penataan panelnya yang semi-terbukalah yang menjadikan manga ini dikategorikan dalam genre shoujo (selain karena banyaknya monolog pribadi untuk karakter Ibuki, soalnya seingat saya, manga shonen jarang ada monolog pribadi yang sifatnya ekspresif). Entah mengapa, mungkin karena tema atau gaya gambarnya, saya jadi ingat manga dan game Hakuoki Shinsen Gumi…

Gambar: 8.5

Cerita: 8

Kerapian panel: 7.5

Karakterisasi: 8

Keseluruhan: 8

Jadi, selamat membaca manga ini ya!

Salam, Dea.

2 thoughts on “Samurai Drive

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s